BALIKPAPAN: Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Balikpapan, Minggu sore (8/2/2026), menyebabkan bangunan di kawasan permukiman atas air Telagamas RT 9, Baru Tengah, Balikpapan Barat, roboh. Peristiwa ini menewaskan seorang pria bernama Andi (34), yang diketahui berprofesi sebagai pedagang.
Kejadian terjadi sekitar pukul 17.10 WITA, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan permukiman padat tersebut selama beberapa waktu. Terpaan angin kencang yang diduga angin puting beliung membuat bangunan yang tidak permanen itu ambruk dan menimpa korban.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Balikpapan, Bambang Subagya, mengatakan korban saat itu sedang berteduh dari hujan. “Korban bukan warga setempat. Ia seorang pedagang yang sedang berteduh ketika hujan dan angin kencang terjadi,” ujar Bambang.
Menurut Bambang, bangunan yang roboh kerap digunakan warga sebagai tempat berteduh karena ruangannya terbuka dan cukup luas. Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi secara manual menggunakan senso dan peralatan sederhana lainnya, mengingat kondisi lokasi yang berada di atas perairan dan sulit dijangkau alat berat. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo.

Selain mengevakuasi korban, petugas juga melakukan pencarian identitas serta kendaraan milik korban. Hingga Minggu malam, masih terdapat kendaraan yang belum berhasil dievakuasi. “Evakuasi kendaraan akan dilanjutkan besok karena kondisi lokasi tidak memungkinkan untuk dilanjutkan,” kata Bambang.
Salah seorang warga, Samson mengatakan saat kejadian, runtuhan bangunan terjadi secara beruntun. Satu bangunan roboh menimpa bangunan lainnya hingga korban terjepit di bawah reruntuhan. “Bangunan pertama roboh ke bangunan kedua, lalu bangunan kedua roboh ke bangunan ketiga. Korban terjepit di bawah reruntuhan tersebut. Korban bukan warga sini, dia pedagang,” jelasnya.
BPBD Balikpapan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan rawan angin kencang. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi secara tiba-tiba.(las)

















