Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Generasi Muda Jadi Penjaga Api Perjuangan Sangasanga

269
×

Generasi Muda Jadi Penjaga Api Perjuangan Sangasanga

Share this article
Apel Kehormatan Dan Renungan Suci Dalam Rangka Peringatan Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sangasanga ke-79. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Apel Kehormatan Dan Renungan Suci Dalam Rangka Peringatan Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sangasanga ke-79. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Taman Makam Pahlawan Wadah Batuah, Sangasanga, bukan sekadar menjadi ruang doa bagi para pahlawan yang telah gugur. Lebih dari itu, keheningan tersebut menjelma sebagai ruang refleksi bagi generasi masa kini untuk meneguhkan kembali komitmen menjaga kemerdekaan yang diwariskan dengan darah dan pengorbanan.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka peringatan Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sangasanga ke-79 digelar pukul 00.00 Wita, Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang terdiri dari prajurit TNI, anggota Polri, jajaran pemerintah daerah, serta pelajar dan generasi muda dari berbagai elemen.

Dengan penerangan obor dan alunan trompet mengheningkan cipta, suasana sakral menyelimuti prosesi ziarah. Doa-doa dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang gugur demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam peristiwa heroik Sangasanga tahun 1947.

Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menegaskan bahwa renungan suci ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sarana menanamkan nilai perjuangan kepada generasi penerus bangsa.

“Peringatan ini adalah bentuk komitmen kita untuk terus mengingat dan menjaga amanah para pahlawan. Apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan luar biasa yang tidak boleh dilupakan,” ujarnya.

Ia menyoroti keterlibatan aktif generasi muda dalam seluruh rangkaian kegiatan peringatan, termasuk napak tilas perjuangan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Menurutnya, kehadiran generasi muda menjadi indikator penting keberlanjutan nilai-nilai kebangsaan.

“Hampir seluruh peserta napak tilas adalah anak-anak muda. Mereka menyusuri jalur perjuangan para pahlawan. Ini menandakan semangat nasionalisme masih hidup dan harus terus kita rawat,” katanya.

Taman Makam Pahlawan Wadah Batuah sendiri menjadi saksi bisu kegigihan rakyat Sangasanga dalam melawan penjajah. Di tempat ini dimakamkan sedikitnya satu anggota angkatan bersenjata dan 74 pejuang rakyat yang gugur dalam Peristiwa Merah Putih 27 Januari 1947.

Peristiwa tersebut bermula dari upaya Belanda melalui NICA yang kembali menguasai Sangasanga sejak 1945 karena kekayaan minyak buminya. Penindasan itu memicu perlawanan rakyat bersama Badan Pembela Republik Indonesia (BPRI), yang memuncak pada perlawanan bersenjata meski dengan persenjataan terbatas.

Meski akhirnya dibalas dengan tindakan brutal dan pembantaian, semangat perlawanan rakyat Sangasanga tidak pernah padam. Justru, pengorbanan itulah yang kini diwariskan kepada generasi penerus sebagai fondasi kecintaan terhadap bangsa dan negara. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *