Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DINAS PARIWISATA KUKAR

Festival Nasi Bekepor ke-6 Resmi Dibuka, Dispar Kukar Dorong Pelestarian Budaya Kuliner Khas Kutai

240
×

Festival Nasi Bekepor ke-6 Resmi Dibuka, Dispar Kukar Dorong Pelestarian Budaya Kuliner Khas Kutai

Share this article
8017de18 b4c7 4075 8dbf a97a7ce4035e
Pembukaan Festival Nasi Bekepor ke-6 di Halaman Kampus Universitas Kutai Kartanegara
Example 468x60

KUKAR : Festival Nasi Bekepor ke-6 yang digelar oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) resmi dibuka pada Senin pagi (16/6/2025) di halaman kampus Unikarta. Kegiatan yang berlangsung meriah ini dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar Arianto.

Acara turut dihadiri oleh Rektor Unikarta, Prof. Dr. Ir. Ince Raden, Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar Puji Utomo, perwakilan dari PT MGRM, mahasiswa, dan masyarakat umum. Festival ini menjadi bukti nyata komitmen dunia akademik dan pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya lokal.

Arianto mengungkapkan apresiasi atas keberlangsungan Festival Nasi Bekepor yang kini memasuki tahun ke-6. Ia menyebut keberlanjutan acara ini menandakan adanya kesinambungan yang kuat dalam upaya pelestarian budaya kuliner daerah.

“Alhamdulillah, acara ini sudah berjalan hingga yang ke-6. Harapannya, ke depan bisa lebih diperluas jangkauannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini peserta yang hadir masih didominasi oleh wilayah sekitar Tenggarong dan kecamatan terdekat. Namun ke depan, pihaknya berharap festival ini dapat menyentuh hingga seluruh 20 kecamatan di Kukar.

“Nasi Bekepor adalah tradisi kuliner leluhur yang perlu terus kita lestarikan dan kembangkan,” tegas Arianto.

Dalam kesempatan itu, Arianto juga menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam pelestarian budaya, khususnya pelajar tingkat SMP dan SMA. Ia menilai bahwa festival ini adalah sarana edukasi yang sangat efektif, karena siswa tidak hanya belajar dari buku tetapi bisa melihat langsung dan bahkan ikut terlibat dalam proses pembuatan Nasi Bekepor.

“Dengan keterlibatan langsung, anak-anak akan punya pengalaman yang membekas, sehingga budaya ini bisa terus hidup di tengah masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pendekatan partisipatif seperti ini jauh lebih kuat dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.

Arianto juga menyampaikan harapannya agar Festival Nasi Bekepor bisa tumbuh menjadi event budaya berskala lebih besar. Ia membuka kemungkinan untuk memperluas jangkauan promosi budaya ini ke luar daerah.

“Kita akan rekomendasikan kegiatan ini ditampilkan juga di event mahasiswa luar daerah seperti Malang, Jogja, dan kota lainnya. Bukan dalam bentuk lomba, tapi ekshibisi agar masyarakat luar bisa mengenal budaya kuliner kita,” jelasnya.

Dinas Pariwisata Kukar, lanjut Arianto, siap memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan seperti ini, baik dalam hal fasilitasi, promosi, maupun kolaborasi dengan OPD dan mitra lainnya.

“Kami percaya bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama. Dukungan dari semua pihak akan sangat menentukan keberlanjutan acara seperti ini,” tambahnya.

Festival Nasi Bekepor sendiri merupakan ajang tahunan yang mengangkat kekayaan kuliner khas Kutai, yang secara turun-temurun menjadi bagian dari identitas masyarakat Kukar. Dalam festival ini, peserta berlomba membuat Nasi Bekepor dengan cita rasa dan penyajian terbaik, sambil mengenalkan filosofi di balik kuliner tersebut.

“Dengan semangat kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat, Festival Nasi Bekepor diharapkan terus menjadi simbol pelestarian dan kebanggaan budaya lokal Kutai Kartanegara.” pungkasnya.(Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *