KUKAR : Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kejuaraan lari Pelandok Mixed Trail 2025 yang digelar oleh Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Kukar. Ajang sport tourism ini dilaksanakan di Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, pada Minggu (15/6/2025), dengan melibatkan pelari dari berbagai daerah.
Kejuaraan lari Pelandok Mixed Trail 2025 sendiri menjadi ajang pembuktian bahwa olahraga dan pariwisata bisa berjalan beriringan. Selain memacu adrenalin, event ini juga menyuguhkan keindahan lanskap alam Desa Loa Raya yang masih asri dan penuh potensi.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menilai kegiatan ini bukan hanya ajang olahraga semata, tetapi juga sarana efektif untuk mengenalkan potensi wisata alam Kukar kepada publik. Ia menyebutkan, jalur yang dilalui peserta lari memiliki pemandangan alami yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.
“Kalau kita lihat dari sisi pariwisata, jalur yang dilewati ini menyimpan banyak keunikan. Misalnya, terdapat batu-batu besar yang hampir serupa satu sama lain, ini bisa menjadi daya tarik tersendiri. Inilah yang perlu kita kembangkan,” ujarnya.
Arianto juga menyoroti peran desa-desa yang mulai aktif menciptakan inovasi dalam pengembangan wisata lokal. Ia menyatakan, pihaknya dari Dinas Pariwisata selalu siap mendampingi setiap inisiatif di desa atau kelurahan yang memiliki potensi wisata.
“Kami siap membentuk dan melatih kelompok sadar wisata (pokdarwis), agar bisa bersama-sama memajukan destinasi secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Kegiatan festival dan event seperti lari trail juga menjadi bukti semangat masyarakat dalam membangun sektor pariwisata. Untuk itu, Dispar Kukar sangat terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai pihak baik pemerintah desa, komunitas, maupun sektor swasta.
“Semakin banyak destinasi wisata tumbuh, maka semakin banyak pilihan bagi wisatawan. Mereka bisa mengunjungi lima atau enam tempat dalam satu hari, dan itu akan membuat perjalanan mereka lebih berkesan,” katanya.
Arianto juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan strategi promosi melalui penyusunan paket wisata harian yang menyasar lokasi-lokasi wisata yang berdekatan secara geografis dan memiliki daya tarik berbeda. Paket ini akan dikembangkan dengan tujuan mendorong kunjungan wisatawan secara terencana dan efisien.
“Distribusi lokasi A, B, C, dan D yang saling terhubung dalam satu hari perjalanan akan memberikan pengalaman wisata yang menyenangkan. Ini tentu sangat membantu dalam promosi dan pengembangan wisata berbasis komunitas,” lanjutnya.
Ia optimistis, jika konsep ini terus dikembangkan dengan dukungan berbagai pihak, maka Kutai Kartanegara akan mampu menjadi daerah tujuan wisata yang menarik di Kalimantan Timur.
“Insya Allah, Kukar bisa menjadi kota wisata yang maju dan dikenal, bukan hanya karena keindahan alamnya, tapi juga karena kuatnya peran serta masyarakatnya dalam membangun sektor pariwisata,” pungkas Arianto. (Adv/dk)

















