KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terus mempercepat pelaksanaan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan. Melalui Bidang Bina Marga, delapan proyek besar saat ini sedang digarap sebagai bagian dari program prioritas tahun 2025.
Proyek-proyek tersebut mencakup pembangunan dan pelebaran jalan di beberapa titik strategis, serta pembangunan jembatan baru untuk mendukung konektivitas wilayah.

Kepala Bidang Bina Marga DPU Kukar, Linda Juniarti, menjelaskan bahwa dari seluruh kegiatan prioritas tersebut, pembangunan jembatan baru di sebelah Jembatan Besi Tenggarong menjadi proyek besar.
“Untuk pembangunan Jembatan Besi, kami sudah menyelesaikan proses review desain. Saat ini kami memasuki tahap persiapan teknis. Pengadaan pancang sudah dilakukan, spun pile sebagian sudah tiba di lokasi, dan alat pemancang juga telah tersedia,” kata Linda Selasa (20/5/2025).
Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan proses penyetelan sebelum pemancangan dimulai. Pembangunan jembatan ini menjadi vital karena akan menopang arus kendaraan yang semakin meningkat di pusat kota Tenggarong.
Selain Jembatan Besi, enam ruas jalan prioritas juga tengah dikerjakan, yakni pelebaran Jalan Ahmad Yani, Jalan Musa bin Salim, Jalan Maduningrat, Jalan Monumen Barat, serta perbaikan Jalan A.P. Pranoto dan peningkatan Jalan Usaha Tani di kawasan Pasar Mangkurawang.
Semua proyek ini terbagi dalam beberapa paket pekerjaan dengan alokasi anggaran yang disesuaikan dengan skala dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Total anggaran untuk proyek infrastruktur di wilayah Tenggarong mencapai Rp114,8 miliar,” jelas Linda.
Sementara itu, proyek pembangunan jembatan baru di sebelah Jembatan Besi juga masuk dalam daftar pekerjaan strategis tahun ini. Pembangunan ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan dan memastikan lalu lintas di pusat kota berjalan lancar.
Dari seluruh proyek yang direncanakan, sebagian besar sudah dalam tahap pelaksanaan.
Namun dua ruas jalan, yakni Jalan Melintang dan Jalan Murung, masih menunggu penyelesaian proses tender sebelum bisa dimulai. Jalan Melintang menjadi fokus karena kerap mengalami kemacetan akibat kondisi jalan yang sempit dan banyaknya aktivitas warga di tepi jalan, seperti pedagang kaki lima dan parkir liar.
“Untuk Jalan Melintang, kami sudah memulai dari pembangunan drainase meski ukuran drainasenya terbatas. Karena anggaran terbatas, overlay aspal belum bisa kami lakukan tahun ini. Bagian jalan yang dilebarkan menggunakan beton, sementara badan jalan lama masih aspal. Seharusnya keduanya disatukan dengan lapisan aspal agar rata dan tahan lama,” ungkap Linda.
Ia menambahkan bahwa perbedaan material aspal dan beton bisa menyebabkan kerusakan jika tidak ditangani dengan tepat. Selain itu, kenyamanan berkendara juga jadi perhatian.
“Aspal lebih nyaman dilalui karena permukaannya halus, tapi daya tahannya memang lebih rendah jika tidak dikombinasikan dengan material yang berkualitas,” katanya.
DPU Kukar menargetkan seluruh proyek berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Kami fokus memastikan konektivitas antarwilayah makin baik dan masyarakat merasakan hasil pembangunan secara nyata,” pungkas Linda. (Adv/dk)

















