KUKAR: Kelangkaan pasokan LPG 3 kilogram (Kg) di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang sempat memicu lonjakan harga hingga Rp45 ribu per tabung, dipastikan hanya bersifat sementara. Saat ini, distribusi LPG 3 Kg telah kembali berjalan normal sesuai kuota harian.
Sebelumnya, tingginya harga di tingkat pengecer terjadi akibat terhentinya distribusi selama libur nasional Isra Mi’raj pada Jumat (23/1/2026) yang berlanjut dengan akhir pekan. Kondisi tersebut membuat stok di pangkalan kosong dan memaksa pengecer mencari pasokan dari wilayah lain.
Salah satu pengecer di Jalan Gunung Belah Kelurahan Loa Ipuh, Abdullah, mengaku tidak mengambil keuntungan besar dari kondisi tersebut. Mereka menjual LPG 3 Kg dengan harga tinggi karena biaya beli dari pemasok juga sudah melonjak.
“Saya ambil dari Maluhu Rp43 ribu, dijual Rp45 ribu. Untungnya cuma Rp2 ribu, karena memang stok susah,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
Direktur Utama PT Nararya, Windi Novri Ananta, membenarkan bahwa gangguan distribusi terjadi akibat tidak adanya penyaluran LPG 3 Kg pada hari libur nasional. Bahkan, pada hari tersebut Kukar tidak mendapat alokasi pasokan sama sekali.
“Pada hari libur nasional tidak ada penyaluran. Alokasi untuk Kukar nol. Itu yang kemudian berdampak besar di lapangan,” jelasnya.
Menurut Windi, PT Nararya biasanya menyalurkan hampir 35 ribu tabung LPG 3 Kg per hari. Ketika penyaluran terhenti selama satu hari dan disusul hari libur berikutnya, kekosongan stok tidak dapat dihindari.
“Hampir 70 ribu tabung terdampak. Jadi wajar terjadi kekosongan dan gejolak harga di tingkat pengecer,” ungkapnya.
Namun demikian, ia memastikan kondisi tersebut kini telah teratasi. Penyaluran LPG 3 Kg sudah kembali normal dan berjalan sesuai kuota yang ditetapkan setiap harinya.
“Sekarang distribusi sudah lancar. Tidak ada keterlambatan. Rata-rata jatah kami sekitar 2.240 sampai 2.800 tabung per hari,” katanya.
PT Nararya saat ini melayani sekitar 74 pangkalan LPG yang tersebar di berbagai wilayah Kukar, mulai dari Kembang Janggut, Sebulu, Kota Bangun, hingga kecamatan lainnya.
Terkait harga, Windi kembali menegaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 Kg untuk wilayah dengan radius di bawah 60 kilometer tetap Rp19 ribu per tabung. Sementara wilayah dengan jarak lebih dari 60 kilometer dikenakan tambahan biaya angkut.
“Untuk jarak di atas 60 kilometer ada tambahan Rp30 per kilogram. Kalau jaraknya 100 kilometer, tambahan sekitar Rp3.000, sehingga HET menjadi Rp21 ribu,” pungkasnya. (*van)

















