KUKAR : Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan sekitar 30 orang untuk mengikuti program sertifikasi fotografi pada tahun ini (2025). Persiapan akan dimulai pada April, dengan pelaksanaan workshop yang kemungkinan akan berlangsung pada Mei 2025.
Program ini tidak hanya ditujukan bagi pemula, tetapi juga bagi fotografer yang telah berprofesi di bidang ini untuk memperdalam teori dan teknik yang mungkin belum mereka kuasai.
Kabid Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Antoni Kusbiantoro, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing para pelaku ekonomi kreatif. Ke depan, Dispar Kukar berharap pelatihan dan sertifikasi bisa menjangkau lebih banyak pelaku usaha, sehingga mereka tidak hanya menjadi pasar bagi pihak luar tetapi juga menciptakan SDM lokal yang kompeten.
“Dalam jangka panjang, kami berencana membawa program ini ke sekolah-sekolah, seperti SMA, agar keterampilan ekonomi kreatif, termasuk fotografi, dapat diperkenalkan sejak dini kepada siswa berbakat. Nantinya, mereka yang telah tersertifikasi bisa menjadi mentor bagi generasi berikutnya,” ungkapnya.
Program sertifikasi fotografi menjadi salah satu yang terus dikembangkan. Tahun sebelumnya, dari 20 peserta yang mengikuti sertifikasi, sebanyak 17 orang berhasil lolos. Sertifikasi ini dinilai sangat penting karena dapat meningkatkan peluang kerja sama dengan pihak swasta maupun pemerintah.
Selain sertifikasi fotografi, Dispar Kukar juga berkomitmen meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Salah satu strategi yang diterapkan adalah melalui Training of Trainers (TOT) dan program sertifikasi keahlian bagi para pelaku ekonomi kreatif.
Berdasarkan data komunitas, terdapat sekitar seribu pelaku ekonomi kreatif di Kukar. Namun, tidak semuanya bisa dijangkau langsung dalam program ini. Oleh karena itu, strategi yang diterapkan adalah memberdayakan peserta yang telah mengikuti workshop dan sertifikasi agar mereka bisa menjadi narasumber bagi yang lain.
“Kami ingin membangun sistem di mana Dispar Kukar tidak perlu selalu mendatangkan narasumber dari luar. Pelaku ekonomi kreatif yang sudah dibina dapat berbagi ilmu dan menjadi mentor bagi yang lain,” tambah Antoni.
TOT akan menjadi salah satu program unggulan yang memberikan pelatihan dalam public speaking, penyusunan materi, dan teknik mengajar bagi mereka yang telah menguasai bidangnya.
Sebagai contoh, pelaku ekonomi kreatif seperti Faisal, yang telah memiliki keterampilan tinggi, akan dilatih menjadi trainer sekaligus asesor. Peluang menjadi asesor di bidang ekonomi kreatif cukup besar, mengingat jumlahnya masih terbatas, terutama di Kalimantan Timur.
“Dengan langkah ini, kita bisa menciptakan SDM berkualitas yang tidak hanya berkembang di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional,” tutupnya. (adv/dk)

















