Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Disdikbud Kukar Penuhi Kebutuhan Dasar Sekolah

312
×

Disdikbud Kukar Penuhi Kebutuhan Dasar Sekolah

Share this article
Fasilitas Toilet di SMP N 9 Tenggarong
Fasilitas Toilet di SMP N 9 Tenggarong
Example 468x60

KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menyoroti masih banyaknya Sekolah Dasar (SD) yang belum memiliki fasilitas toilet memadai. Kondisi ini dianggap mendesak untuk segera dibenahi karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kenyamanan siswa.

Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana SD Disdikbud Kukar, Al Adawiyah, mengatakan pihaknya sudah memetakan kebutuhan dasar di setiap sekolah. Data tersebut meliputi jumlah toilet, kondisi ruang kelas, UKS, ruang guru, serta fasilitas penunjang lain.

“Banyak SD di Kukar masih kekurangan toilet. Padahal ini kebutuhan dasar yang tidak bisa diabaikan. Kami usahakan secara bertahap, sesuai dengan prioritas dan kemampuan anggaran,” jelasnya, Selasa (5/8/2025).

Menurutnya, pemenuhan toilet menjadi prioritas karena jumlah siswa di beberapa sekolah cukup besar. Tanpa fasilitas yang memadai, kegiatan belajar bisa terganggu. Namun, ia mengakui keterbatasan dana membuat semua kebutuhan tidak bisa langsung dipenuhi.

“Sekolah yang kondisinya paling mendesak tentu kami dahulukan. Tapi pembangunan tidak bisa sekaligus, harus bertahap,” ujarnya.

Selain toilet, kebutuhan rehabilitasi ruang kelas dan penambahan sarana lain juga masih tinggi. Setiap tahun, Disdikbud memperbarui data melalui laporan resmi dari sekolah maupun hasil tinjauan lapangan.

Meski begitu, Al Adawiyah menegaskan bahwa pembangunan harus memperhatikan aspek legalitas lahan. Jika status tanah belum jelas atau masih bermasalah, usulan pembangunan akan ditunda meskipun sekolah sangat membutuhkan.

“Kalau tanahnya belum bersertifikat atau dalam sengketa, otomatis kami tunda dulu. Itu aturan yang harus dipatuhi,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya membuka ruang komunikasi dengan sekolah agar kebutuhan bisa diakomodasi secara resmi. Sekolah diminta aktif menyampaikan laporan melalui jalur berjenjang, bukan langsung ke kabupaten tanpa data pendukung.

“Kalau ada kerusakan, segera laporkan. Tapi harus lewat prosedur yang benar supaya bisa masuk perencanaan,” tegasnya.

Disdikbud Kukar juga mendorong sinergi dengan berbagai pihak. Beberapa desa bahkan sudah ikut membantu pembangunan sarana pendidikan melalui swadaya masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kalau ada desa atau masyarakat yang ikut gotong royong. Itu membantu mempercepat pemenuhan kebutuhan sekolah, terutama di daerah terpencil,” tutupnya (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *