Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Disdikbud Kukar Libatkan Guru dalam Survei Lingkungan Belajar untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

408
×

Disdikbud Kukar Libatkan Guru dalam Survei Lingkungan Belajar untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Share this article
Guru di Kukar Saat Mengikuti Pelatihan
Guru di Kukar Saat Mengikuti Pelatihan
Example 468x60

KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa hanya diukur dari hasil asesmen kompetensi siswa. Peran guru melalui pengisian survei lingkungan belajar dinilai sangat penting untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi pendidikan di sekolah.

Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, mengatakan bahwa survei lingkungan belajar menjadi instrumen utama dalam memotret ekosistem pendidikan. Survei ini, lanjutnya, mencakup semua jenjang, termasuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang belum mengikuti asesmen kompetensi minimum.

“Anak-anak PAUD memang belum ikut asesmen, tapi gurunya tetap diwajibkan mengisi survei. Dari sanalah kita bisa memahami bagaimana situasi pembelajaran yang terjadi di kelas,” ungkapnya, Rabu (27/8/2025).

Pujianto menekankan bahwa data yang dihasilkan dari survei sangat bergantung pada kejujuran dan keterlibatan guru. Survei ini tidak hanya menyoroti aspek sarana prasarana, tetapi juga budaya belajar, iklim sekolah, serta praktik mengajar sehari-hari.

“Hasil survei nantinya menjadi rapor bagi sekolah dan juga pemerintah daerah. Data ini bukan sekadar angka, tapi landasan untuk mengambil kebijakan yang tepat,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan adanya survei lingkungan belajar, pemerintah daerah dapat menyusun program yang lebih sesuai dengan kebutuhan sekolah. Dukungan tersebut mencakup peningkatan kompetensi guru, perbaikan fasilitas pendidikan, hingga program kesejahteraan tenaga pendidik.

“Kalau guru mengisi survei dengan jujur, maka gambaran yang muncul akan lebih lengkap. Dengan begitu, strategi peningkatan mutu pendidikan bisa lebih terarah dan efektif,” katanya.

Pujianto juga mengingatkan agar asesmen nasional dan survei lingkungan belajar tidak dipandang sebagai beban. Menurutnya, kegiatan tersebut justru menjadi sarana refleksi untuk memperbaiki diri dan memastikan kualitas pendidikan di Kukar semakin merata.

“Yang penting, asesmen dan survei jangan dianggap momok. Ini adalah kesempatan bagi sekolah untuk mengetahui apa yang sudah berjalan baik, dan apa yang masih perlu ditingkatkan,” tutupnya (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *