Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIAL

Disdikbud Kukar Kembali Gelar Pemilihan Sadi Sengkaka Duta Budaya 2025

417
×

Disdikbud Kukar Kembali Gelar Pemilihan Sadi Sengkaka Duta Budaya 2025

Share this article
sadi
Example 468x60

KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menggelar ajang Pemilihan Sadi Sengkaka (Duta Budaya) tahun 2025. Saat ini, tahapan pendaftaran masih berlangsung sejak 14 April hingga 6 Mei 2025. Informasi lengkap terkait pendaftaran dapat diakses melalui tautan https://linktr.ee/sadisengkakakukar2025.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menjelaskan bahwa tema tahun ini adalah “Aksa Niscala: Ngehakoni Gawek Tradisi – Ngehakoni Malar Budaya.” Tema ini berasal dari gabungan bahasa Sanskerta dan Bahasa Kutai. Aksa berarti poros atau sumbu, sementara Niscala berarti kuat dan kokoh. Sedangkan Ngehakoni Gawek Tradisi berarti sanggup menjangkau tradisi, dan Ngehakoni Malar Budaya berarti sanggup memperhatikan serta memanfaatkan budaya.

“Melalui ajang ini, kami berharap generasi muda bisa menjadi poros kuat dalam menjaga serta melestarikan budaya Kutai Kartanegara, terutama di tengah perkembangan digitalisasi dan persiapan menuju Ibu Kota Nusantara untuk menyambut Indonesia Emas 2045,” ungkap Puji Jumat (25/4/2025).

Saat ini, tercatat sekitar 38 peserta telah mendaftar. Tahun lalu, peserta berasal dari 12 kecamatan. Tahun ini, Disdikbud Kukar menargetkan partisipasi lebih luas hingga mencakup 20 kecamatan. Peserta yang ingin mendaftar harus berusia antara 16 hingga 24 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Persyaratan seleksi tetap sama seperti tahun sebelumnya, dan sosialisasi ke sekolah-sekolah telah dilakukan sebelum Ramadan.

Rangkaian seleksi dimulai dari pendaftaran dan verifikasi berkas, dilanjutkan dengan pembekalan, lalu prakarantina berupa sesi pembekalan terbuka. Setelah itu, 20 finalis terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan akan menjalani karantina penuh selama tiga hari. Lokasi karantina direncanakan di Tenggarong, dengan opsi fasilitas gedung berpenginapan atau hotel, jika diperlukan.

Puncak kegiatan akan digelar pada Mei 2025, antara tanggal 9 hingga 24. Para finalis terpilih nantinya tidak hanya akan menjadi duta budaya di tingkat kabupaten, namun juga berkesempatan mewakili Kutai Kartanegara di tingkat provinsi bahkan nasional.

Nama Sadi Sengkaka yang digunakan dalam pemilihan ini diambil dari Bahasa Kutai Kuno yang kini sudah jarang digunakan. Sengkaka berarti “kakanda” (panggilan perempuan kepada laki-laki tercinta), sementara Sadi berarti “adinda” (panggilan laki-laki kepada perempuan tercinta). Istilah ini sering dijumpai dalam cerita rakyat Kutai, serta diadopsi dalam teater rakyat seperti Pesemenan Aji dan Mamanda Kutai.

Ajang Pemilihan Sadi Sengkaka bukan hanya sekadar ajang kecantikan atau ketampanan, tetapi juga menekankan pada kemampuan, pemahaman, serta minat dan bakat generasi muda dalam aspek-aspek kebudayaan Kutai Kartanegara.

“Kami berharap, para finalis dapat mengambil peran penting dalam melestarikan, memanfaatkan, serta mempromosikan kekayaan budaya daerah.” pungkasnya (adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *