KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mempersiapkan pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMP tahun 2025. Hal ini disampaikan Plt Kepala Bidang Pendidikan SMP, Emy Rosana Saleh.
Menurut Emy, saat ini Disdikbud Kukar telah menyusun draft petunjuk teknis (juknis) sebagai pedoman utama dalam pelaksanaan SPMB. “Kami sudah siapkan draft juknis. Selain itu, kami juga meminta setiap sekolah untuk mengirimkan data terkait ketersediaan rombongan belajar (rombel),” ujarnya Jumat (25/4/2025).
Data mengenai jumlah rombel yang tersedia di masing-masing sekolah sudah dihimpun melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Setelah semua data masuk, Disdikbud Kukar melakukan proses penarikan dan sinkronisasi data untuk memastikan keakuratan dan kesesuaian dengan kebutuhan di lapangan.
“Sinkronisasi data ini sangat penting agar pelaksanaan SPMB berjalan sesuai dengan kapasitas masing-masing sekolah,” jelas Emy.
Setelah sinkronisasi selesai, langkah berikutnya adalah membawa draft juknis tersebut ke bagian hukum untuk proses legalisasi.
Juknis yang sudah melalui tahap verifikasi akan diajukan untuk mendapatkan pengesahan dari Bupati Kukar. Pengesahan ini diperlukan agar pelaksanaan SPMB memiliki dasar hukum yang sah melalui terbitnya Surat Keputusan (SK) Bupati.
“SK Bupati menjadi landasan legalitas pelaksanaan SPMB. Setelah SK keluar, kami akan segera melakukan sosialisasi kepada seluruh sekolah dan masyarakat,” tambahnya.
Sosialisasi ini bertujuan agar seluruh pihak memahami prosedur serta ketentuan yang berlaku dalam proses penerimaan siswa baru. Rencananya, pelaksanaan SPMB akan dimulai pada pertengahan hingga akhir bulan Mei 2025. Disdikbud Kukar menargetkan agar seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi, pendaftaran, hingga seleksi, berjalan lancar dan tepat waktu.
“Kami berharap, dengan persiapan yang matang ini, pelaksanaan SPMB tahun 2025 dapat berlangsung lebih transparan, akuntabel, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon siswa di Kabupaten Kutai Kartanegara.” pungkasnya. (adv/dk)

















