Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Disdikbud Kukar Imbau Sekolah Tak Gelar Wisuda Berlebihan, Fokus pada Edukasi dan Kesederhanaan

197
×

Disdikbud Kukar Imbau Sekolah Tak Gelar Wisuda Berlebihan, Fokus pada Edukasi dan Kesederhanaan

Share this article
dcbce4f6 f7aa 433b 9262 6693096c1c29
Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurno
Example 468x60

KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh sekolah negeri di tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk tidak menggelar seremoni kelulusan yang berlebihan, seperti wisuda bertoga dan kegiatan study tour yang membebani orang tua siswa.

Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurno. Menurutnya, praktik wisuda di jenjang pendidikan dasar sudah jauh melenceng dari esensi pendidikan, bahkan berisiko menimbulkan kesenjangan sosial serta tekanan finansial terhadap orang tua siswa.

“Surat edaran telah jelas menyatakan bahwa kegiatan seperti wisuda dengan toga tidak dianjurkan, terutama jika hal ini membebani orang tua siswa,” tegas Joko, Selasa (29/4/2025).

Ia menekankan pentingnya kesederhanaan dalam merayakan momen kelulusan. Disdikbud Kukar mendorong sekolah untuk mengadakan kegiatan perpisahan secara sederhana di lingkungan sekolah, yang lebih berfokus pada nilai edukatif, kebersamaan, dan pengembangan karakter siswa.

“Dulu wisuda hanya untuk perguruan tinggi. Sekarang TK, SD, dan SMP juga wisuda, ini mengaburkan makna akademik. Kami khawatir ini justru menciptakan budaya konsumtif dan tekanan sosial,” tambahnya.

Lebih lanjut, Joko juga menyoroti fenomena study tour yang mulai marak dilakukan oleh beberapa sekolah. Ia menyebut kegiatan tersebut sering kali tidak relevan dengan kurikulum dan memiliki risiko keselamatan, selain juga menambah beban biaya yang cukup tinggi bagi orang tua.

“Untuk sekolah negeri masih bisa kami kontrol, namun di sekolah swasta, dorongan orang tua sering menjadi masalah. Kami minta semua pihak lebih bijak. Study tour bukan bagian dari proses belajar yang mendasar,” ujarnya.

Disdikbud Kukar menegaskan bahwa imbauan ini sejalan dengan surat edaran dari Kementerian Pendidikan serta arahan langsung dari Bupati Kutai Kartanegara. Meskipun belum diikuti dengan sanksi tegas, kebijakan ini dimaksudkan untuk mengembalikan fokus pendidikan pada aspek esensial, bukan pada seremoni yang sifatnya simbolik dan konsumtif.

“Kami ingin sekolah fokus pada pembelajaran dan pengembangan karakter, bukan pada seremoni yang bersifat konsumtif,” tutup Joko. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *