Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Disdikbud Kukar Dorong Transformasi Digital dan Pemerataan Bantuan Pendidikan di SD

276
×

Disdikbud Kukar Dorong Transformasi Digital dan Pemerataan Bantuan Pendidikan di SD

Share this article
1ded62e3 048d 40df 8225 db2d81572f3c
Pembelajaran Siswa SD Menggunakan Chromebook (Kukar Pintar)
Example 468x60

KUKAR : Pendidikan dasar di Kutai Kartanegara (Kukar) kini memasuki babak baru dengan semakin luasnya distribusi bantuan sarana berbasis digital. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar secara konsisten menyalurkan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), khususnya Chromebook, ke sekolah-sekolah dasar (SD).

Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana SD Disdikbud Kukar, Al Adawiyah, menyampaikan bahwa sejak tahun 2020 pemerintah mulai mengalokasikan Chromebook secara bertahap untuk mendukung pelaksanaan asesmen maupun ujian digital.

“Sekarang ujian sudah diwajibkan menggunakan Chromebook, baik online maupun offline. Awalnya bantuan datang dari pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), namun karena tidak mencakup semua sekolah, maka kami tambahkan lewat APBD,” ujarnya.

Perangkat tersebut kini menyasar siswa kelas 4 hingga kelas 6 di hampir semua kecamatan. Upaya ini tidak hanya menghadirkan perangkat keras, melainkan juga pelatihan guru serta penguatan jaringan internet yang disokong Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar.

“Untuk internet, hampir semua kecamatan sudah cukup bagus. Hanya di wilayah tertentu seperti Tabang, kami masih perlu tambahan pelatihan bagi guru agar lebih siap memanfaatkan perangkat,” jelasnya.

Selain Chromebook, Disdikbud Kukar juga menyalurkan beragam bantuan lain, mulai dari mebeler, alat olahraga, tenda pramuka, hingga laptop untuk tenaga administrasi. Laptop diberikan khusus kepada bendahara, kepala sekolah, dan tenaga tata usaha agar pekerjaan sehari-hari lebih efisien.

“Guru-guru yang awalnya kesulitan, kini sudah terbiasa menggunakan laptop. Mereka bisa mencari bahan ajar langsung dan pekerjaannya jadi lebih ringan,” kata Al Adawiyah.

Yang menarik, distribusi bantuan ini diatur dengan prinsip pemerataan. Tidak semua sekolah mendapatkan jenis bantuan yang sama, tetapi setiap sekolah tetap menerima intervensi sesuai kebutuhannya. Ada sekolah yang mendapat tambahan ruang kelas, ada yang memperoleh Chromebook, dan ada pula yang mendapatkan alat olahraga.

“Prinsipnya pemerataan. Kami sesuaikan dengan skala prioritas masing-masing sekolah,” terangnya.

Meski begitu, Al Adawiyah mengakui pembangunan ruang kelas masih menjadi pekerjaan rumah terbesar. Banyak sekolah dasar di Kukar belum memiliki ruang belajar yang cukup, bahkan sebagian masih menerapkan sistem belajar bergantian (shift).

“Kalau anggaran memungkinkan, fokus kami tetap pada pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas. Ini kebutuhan paling mendesak di seluruh kecamatan,” tegasnya.

Melalui strategi distribusi yang adaptif, Disdikbud Kukar berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya merata secara infrastruktur, tetapi juga relevan dengan perkembangan zaman.

“Transformasi digital di tingkat sekolah dasar menjadi langkah penting untuk menyiapkan generasi muda Kukar menghadapi era teknologi, tanpa mengabaikan kebutuhan dasar seperti ruang kelas yang layak,” pungkasnya (Adv/and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *