KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan aset pendidikan. Hal ini mengingat keterbatasan anggaran pembangunan maupun rehabilitasi sekolah pada tahun 2025 akibat penyesuaian fiskal daerah.
Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, mengatakan bahwa aset pendidikan di Kukar jumlahnya sangat besar dan tersebar di ratusan sekolah. Namun, keterbatasan anggaran mengharuskan pemerintah mengambil langkah strategis untuk memperpanjang usia pakai aset yang ada melalui perawatan rutin.
“Pembangunan baru memang terbatas, begitu juga rehabilitasi. Karena itu, fokus kita sekarang bagaimana aset yang ada bisa dijaga agar manfaatnya tetap panjang,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).
Pujianto menegaskan, sekolah sebagai pengguna aset memiliki peran penting dalam pemeliharaan. Aset berupa ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga peralatan belajar harus diperlakukan dengan baik agar tidak cepat rusak.
“Kalau sekolah ikut menjaga, maka biaya perbaikan bisa ditekan. Pemeliharaan ini bagian dari efisiensi yang perlu kita lakukan bersama,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan, persoalan laporan aset masih menjadi tantangan. Dengan lebih dari 600 sekolah di Kukar, proses pencatatan dan pelaporan memerlukan disiplin tinggi agar tidak menimbulkan masalah di akhir tahun.
“Sering kali laporan terlambat karena sekolah belum mengirim data. Makanya sekarang kami dorong percepatan sejak awal, supaya tidak menumpuk di akhir,” jelasnya.
Selain itu, Pujianto menilai kerja sama lintas sektor sangat diperlukan. Misalnya, dukungan Inspektorat dalam hal audit internal serta sinergi dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) untuk memperkuat sistem administrasi aset.
“Kita butuh kerja sama semua pihak agar tata kelola aset pendidikan lebih rapi dan efisien. Jadi bukan hanya tugas Disdikbud saja, tapi kolektif,” ujarnya.
Dengan strategi efisiensi, perawatan rutin, dan kolaborasi lintas sektor, Disdikbud Kukar optimistis tata kelola aset pendidikan bisa lebih tertib meski anggaran terbatas. Upaya ini diharapkan mampu memastikan keberlanjutan layanan pendidikan bagi siswa di seluruh wilayah Kukar.
“Intinya, jangan sampai keterbatasan anggaran mengurangi kualitas layanan pendidikan. Dengan pengelolaan aset yang baik, kita tetap bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak,” pungkas Pujianto. (Adv/and)

















