Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKARKUTAI KARTANEGARA

Dinkes Kukar Terus Lakukan Intervensi Kasus Stunting Melalui Kolaborasi Antar OPD

481
×

Dinkes Kukar Terus Lakukan Intervensi Kasus Stunting Melalui Kolaborasi Antar OPD

Share this article
Kusnandar
Example 468x60

KUKAR : Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan langkah-langkah intensif untuk mengatasi masalah stunting di wilayahnya.

Plt Kepala Dinkes Kukar, Kusnandar, menyatakan bahwa kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait sangat penting agar upaya penanganan stunting berjalan cepat dan efektif.

Kusnandar menjelaskan bahwa dalam intervensi ini, Dinkes Kukar mengadakan penimbangan dan pemeriksaan rutin untuk balita yang menunjukkan tanda-tanda masalah gizi. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan bagi ibu hamil dan calon pengantin sebagai langkah pencegahan dini terhadap stunting. Data dari pemeriksaan ini akan menjadi acuan perencanaan program penanggulangan stunting ke depannya.

“Intervensi stunting oleh Dinas Kesehatan adalah intervensi spesifik yang berfokus pada masalah gizi, seperti berat badan kurang, gizi buruk, dan stunting. Untuk kasus gizi buruk dan stunting, kami memberikan layanan khusus di puskesmas maupun desa, termasuk makanan formula khusus yang disiapkan oleh Dinkes,”ungkap Kusnandar Minggu (3/11/24).

Selain itu, Dinkes Kukar juga bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lokal untuk membantu pemenuhan gizi melalui Program Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal. Kusnandar menekankan bahwa penanganan stunting harus dimulai sejak remaja putri, calon pengantin, hingga masa 1000 hari pertama kehidupan bayi.

Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, sangat dibutuhkan dalam mengedukasi calon pengantin mengenai pentingnya menjaga kesehatan.

Kusnandar juga mengingatkan bahwa stunting bukan hanya masalah ekonomi kelas bawah, melainkan dapat menimpa siapa saja.

“Remaja putri dan calon pengantin perlu menjaga kesehatan sejak dini, mengikuti program tablet tambah darah, vaksinasi, serta pemeriksaan kesehatan rutin selama hamil dan setelah melahirkan. Yang terpenting adalah rutin memeriksakan anak ke posyandu,” tutup Kusnandar. (adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *