KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya memperkuat infrastruktur penunjang pembangunan kota. Salah satu fokus utama saat ini adalah pengembangan kawasan Pujasera yang direncanakan memiliki fungsi ganda, tidak hanya sebagai pusat kuliner dan ekonomi masyarakat, tetapi juga sebagai ruang publik yang ramah lingkungan.
Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan rencana jangka panjang agar kawasan tersebut dapat mengikuti perkembangan pertumbuhan kendaraan dan lalu lintas yang kian meningkat. Namun, masih ada tantangan yang harus diselesaikan lebih dulu, terutama terkait dengan pembebasan lahan di lokasi tersebut.
“Harapan kita ke depan, kawasan Pujasera memiliki infrastruktur yang memadai. Tetapi karena ada sebagian lahan yang belum dilakukan pembebasan, maka kemungkinan besar proses awal akan dimulai dari sana. Meski begitu, sejak sekarang kita harus menyiapkan desain serta pengaturan ke depannya akan seperti apa,” ujarnya Senin (1/9/2025).

Lebih lanjut, Wiyono menegaskan bahwa kawasan Pujasera juga akan dirancang dengan mempertimbangkan kondisi geografis setempat. Mengingat daerah tersebut merupakan kawasan rawa dan serapan air, maka pembangunan folder atau penampungan air sementara menjadi salah satu opsi yang akan diwujudkan.
“Kalau wilayah itu ditutup seluruhnya tanpa ada ruang resapan, dikhawatirkan akan menimbulkan banjir. Oleh karena itu, kami siapkan folder untuk menampung air sementara, sehingga fungsinya tidak hanya sebagai ruang aktivitas masyarakat, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan,” tambahnya.
Terkait perkembangan di lapangan, Wiyono menyebut perubahan kawasan Pujasera tetap berjalan meskipun dengan keterbatasan anggaran. Harapannya, tahun ini sudah ada progres signifikan, dan pada tahun 2026 kawasan tersebut sudah bisa difungsikan, meski mungkin masih terdapat beberapa kekurangan.
“Targetnya 2026 sudah bisa dipakai. Kalau menunggu sempurna, malah berisiko mangkrak. Kita belajar dari pengalaman Taman Tanjung, meskipun masih ada kekurangan, sekarang sudah fungsional. Itu yang ingin kita terapkan, agar fasilitas publik benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.
Selain pembangunan kawasan Pujasera, Dinas PU Kukar juga fokus pada pengembangan ruang terbuka publik (RTP) lainnya. Salah satunya adalah Taman Tanjung yang sudah lebih dulu dibangun dan kini menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat. Ke depan, pembangunan RTP serupa akan terus dilanjutkan, meskipun untuk saat ini perhatian lebih banyak diarahkan pada ruang terbuka hijau di depan pasar serta area penurapan di pinggir Sungai Mahakam, tepatnya di depan Telkom.
“Ruang terbuka hijau ini sedang kita tata agar lebih representatif, sekaligus mendukung Kutai Kartanegara sebagai daerah wisata. Jadi bukan hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi, tetapi juga bisa mempercantik wajah kota dan menjadi daya tarik wisata,” kata Wiyono.
Upaya tersebut juga sejalan dengan visi dan misi Bupati Kutai Kartanegara yang menekankan pentingnya persiapan daerah dalam mengembangkan potensi wisata lokal. Infrastruktur yang tertata dengan baik, termasuk ruang publik yang nyaman, diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata.
Dengan perencanaan matang dan tahapan pembangunan yang konsisten, Dinas PU Kukar optimistis dapat mewujudkan kawasan yang modern, ramah lingkungan, dan mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat. (Adv/and)

















