Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKARKUTAI KARTANEGARA

Desa Kersik, Surga Pesisir yang Menyimpan Harapan Bagi Kesejahteraan Masyarakat

242
×

Desa Kersik, Surga Pesisir yang Menyimpan Harapan Bagi Kesejahteraan Masyarakat

Share this article
54fa8d89 bbd9 45ce b81c c721d19d65b5
Kepala Desa Kersik, Jumadi
Example 468x60

KUKAR : Terletak di pesisir Kecamatan Marangkayu, Desa Kersik menyimpan potensi besar yang selama ini menjadi tulang punggung warganya perikanan dan wisata laut. Keindahan pantai dan kekayaan hasil laut menjadikan desa ini bukan hanya sebagai tempat tinggal nelayan, tapi juga sebagai tujuan wisata dan pusat ekonomi lokal yang terus tumbuh.

Kepala Desa Kersik, Jumadi, mengatakan bahwa mata pencaharian utama warga adalah sebagai nelayan tangkap. Kehidupan masyarakat sangat bergantung pada laut, yang hingga kini masih menyediakan sumber daya melimpah.

“Perikanan di wilayah kami cukup menjanjikan. Banyak warga kami yang menggantungkan hidup dari laut,” ucap Jumadi Sabtu (3/5/2025).

Tak heran, kawasan pesisir Desa Kersik kerap didatangi penghobi mancing dari berbagai daerah seperti Samarinda, Tenggarong, hingga Bontang. Keberadaan spot-spot memancing alami membuat desa ini perlahan mencuri perhatian sebagai destinasi bahari di Kukar.

Namun, di balik pesona dan potensi besar tersebut, Desa Kersik menghadapi tantangan serius. Praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan serta pencemaran laut akibat limbah menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan sektor perikanan.

“Kami sudah sering melakukan sosialisasi agar masyarakat menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan dan menghentikan kebiasaan membuang sampah ke laut,” kata Jumadi.

Kondisi perairan yang mulai tercemar oleh limbah industri dan rumah tangga menimbulkan kekhawatiran akan rusaknya ekosistem laut. Jika dibiarkan, hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan hasil tangkapan dan rusaknya potensi wisata yang kini mulai berkembang.

“Air laut kita kini tidak sebersih dulu. Limbah dari hulu, baik dari perusahaan maupun rumah tangga, sudah mulai mengganggu,” jelasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Jumadi berharap ada kerja sama lintas sektor dari akademisi, peneliti, hingga lembaga swasta untuk membantu menangani pencemaran dan memulihkan kesehatan ekosistem laut Desa Kersik.

“Kami butuh teknologi dan tim ahli untuk memetakan kondisi laut kami dan mencari solusi jangka panjang,” tutupnya. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *