KUKAR: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mematangkan strategi menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2030 dengan menargetkan perolehan kursi di seluruh daerah pemilihan (dapil) yang ada di Kukar.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Kukar, Achmad Chaidir Ramdani, mengatakan partainya menargetkan minimal satu kursi DPRD di setiap dapil. Untuk mewujudkan target tersebut, Demokrat terus memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.
“Kami menargetkan setiap dapil memiliki minimal satu kursi DPRD. Karena itu, konsolidasi organisasi terus dilakukan mulai dari DPC, PAC kecamatan hingga DPRT di tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Saat ini, Kabupaten Kutai Kartanegara terbagi dalam enam daerah pemilihan. Dapil I meliputi Kecamatan Tenggarong, Dapil II mencakup Tenggarong Seberang, Sebulu, dan Muara Kaman, Dapil III meliputi Anggana, Muara Badak, dan Marangkayu, Dapil IV mencakup Samboja, Muara Jawa, dan Sanga-Sanga, Dapil V terdiri atas Loa Kulu dan Loa Janan, sedangkan Dapil VI meliputi Kota Bangun, Muara Wis, Muara Muntai, Kenohan, Kembang Janggut, dan Tabang.
Achmad mengakui Demokrat Kukar belum berhasil memperoleh kursi DPRD sejak Pemilu 2019. Padahal pada periode 2009, partai berlambang bintang mercy itu sempat memiliki empat wakil di DPRD Kukar.
Menurutnya, pembenahan organisasi menjadi fokus utama agar mesin partai lebih siap menghadapi kontestasi politik mendatang. Seluruh kepengurusan di tingkat PAC telah terbentuk, sementara kepengurusan DPRT di tingkat desa dan kelurahan masih dipimpin pelaksana tugas (Plt).
“Untuk PAC di seluruh kecamatan sudah terbentuk, minimal sudah ada ketua, sekretaris, dan bendahara. Sedangkan di tingkat ranting masih dalam proses penguatan,” katanya.
Ia menyebut jumlah pengurus di tingkat DPC saat ini mencapai sekitar 50 orang. Jumlah tersebut akan terus diperkuat melalui pembentukan kepengurusan hingga ke tingkat akar rumput.
Achmad menilai masyarakat masih memberikan respons positif terhadap keberadaan Partai Demokrat di Kukar. Meski belum memiliki wakil di DPRD, pihaknya mengklaim tetap aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui jalur politik di tingkat yang lebih tinggi.
Ia juga menilai dinamika politik di Kukar masih diwarnai praktik politik pragmatis yang menjadi tantangan bagi partainya pada pemilu sebelumnya.
Ke depan, Demokrat Kukar berharap kepercayaan masyarakat terus meningkat. Partai tersebut berkomitmen untuk terus menyerap aspirasi warga serta mengawal kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat menjelang Pileg 2030. (and)

















