KUKAR: Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kalimantan Timur menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Eks Serapo, Kompleks Museum Mulawarman, Tenggarong, Selasa (8/9/2026).
Plt. Rektor ISBI Kaltim, Dr. Rina Martiara, M.Hum., mengatakan PKKMB menjadi momentum untuk menyambut sekaligus mengenalkan lingkungan akademik kepada mahasiswa baru sebelum mereka memulai proses perkuliahan.
“PKKMB ini memang untuk mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru. Untuk ISBI Kaltim, penerimaan mahasiswa baru dimulai sejak 2024 dan terus berlanjut hingga 2026,” ujarnya.

Pada tahun ini, ISBI Kaltim menerima sebanyak 53 mahasiswa baru. Rina mengakui jumlah tersebut masih belum sesuai dengan harapan kampus. Salah satu tantangannya adalah sosialisasi mengenai keberadaan ISBI Kaltim yang dinilai masih perlu diperluas.
Menurutnya, ISBI Kaltim memiliki peluang besar bagi generasi muda di Kalimantan Timur yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang seni dan budaya tanpa harus menempuh pendidikan ke luar daerah.
“Kami mengajak anak-anak Kalimantan Timur untuk kuliah di ISBI Kaltim. Di sini juga banyak tenaga pengajar dari Yogyakarta dan daerah lainnya,” katanya.
Ia menjelaskan, ISBI Kaltim saat ini memiliki empat program studi, yakni S1 Tari, S1 Etnomusikologi, S1 Film dan Televisi, serta S1 Kriya.
Berbeda dengan sejumlah perguruan tinggi negeri lainnya, penerimaan mahasiswa ISBI Kaltim dilakukan melalui jalur mandiri. Seleksi untuk program studi tertentu juga mempertimbangkan portofolio calon mahasiswa, terutama pada bidang seni dan olahraga.
“Untuk seni memang menggunakan portofolio dalam penilaiannya,” jelasnya.
Rina menambahkan, ISBI Kaltim juga berkomitmen membuka ruang pendidikan yang inklusif. Pada tahun ini, terdapat sembilan mahasiswa baru penyandang disabilitas yang mengikuti pendidikan di ISBI Kaltim.
“Kami senang karena ada mahasiswa inklusif. Ini menunjukkan bahwa pendidikan seni juga terbuka bagi mahasiswa penyandang disabilitas,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, berharap pelaksanaan PKKMB dapat memberikan pengalaman sekaligus bekal bagi mahasiswa baru dalam memasuki lingkungan perguruan tinggi.
Menurutnya, dunia kampus merupakan lingkungan baru yang memiliki berbagai tantangan sehingga mahasiswa dituntut untuk mampu beradaptasi, konsisten belajar, dan terus mengembangkan kemampuan.
“PKKMB ini diharapkan bisa bermanfaat dan menambah pengalaman. Mereka memasuki dunia baru, yaitu dunia kampus yang penuh tantangan. Karena itu, mereka harus tetap konsisten dan terus belajar untuk memperbaiki diri,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan ISBI Kaltim memiliki peran strategis dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang seni dan budaya.
Pendidikan tersebut juga dinilai dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong diversifikasi ekonomi, sehingga generasi muda tidak hanya bergantung pada sektor ekonomi ekstraktif.
“Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pengembangan ekonomi melalui sektor seni dan budaya. Para pelaku seni diharapkan mampu berkembang dan memiliki ruang untuk menunjukkan karya serta kreativitasnya,” pungkasnya. (and)

















