Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Kualitas Udara Membaik, Sejumlah Sekolah di Kukar Kembali Terapkan Tatap Muka

212
×

Kualitas Udara Membaik, Sejumlah Sekolah di Kukar Kembali Terapkan Tatap Muka

Share this article
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sejumlah sekolah di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai dievaluasi seiring kondisi kualitas udara yang berbeda-beda di setiap wilayah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, mengatakan pelaksanaan PJJ maupun pembelajaran tatap muka (PTM) disesuaikan dengan indeks kualitas udara di masing-masing daerah.

Menurutnya, kondisi geografis Kukar yang luas dengan 20 kecamatan dan sejumlah wilayah dengan karakter cuaca berbeda membuat kebijakan pembelajaran tidak bisa diterapkan secara seragam.

“Kita evaluasi. Ada beberapa sekolah yang melaksanakan tatap muka berdasarkan indeks penyebaran atau kualitas udara di daerah masing-masing,” kata Heriansyah usai menghadiri kegiatan pembukaan PKKMB ISBI Kaltim, Selasa (8/9/2026).

Ia menjelaskan, sekolah yang berada di wilayah dengan tingkat pencemaran udara masih dalam batas kewajaran diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sementara sekolah di wilayah yang kondisi udaranya kurang baik dapat menerapkan PJJ.

“Kukar ini sangat luas, 20 kecamatan, tentu karakter cuacanya juga berbeda-beda. Ada sebagian yang melaksanakan PJJ, ada juga yang masih tatap muka,” ujarnya.

Heriansyah menegaskan, penerapan PJJ dilakukan secara fleksibel dengan mempertimbangkan kondisi setiap sekolah. Selain itu, sekolah juga diimbau membatasi aktivitas peserta didik di luar ruangan apabila kualitas udara belum sepenuhnya membaik.

Untuk pelaksanaan pembelajaran daring, guru juga diberikan fleksibilitas menyesuaikan kondisi masing-masing. Guru dapat melaksanakan pembelajaran dari sekolah maupun dari rumah apabila fasilitas dan koneksi internet mendukung.

“Kalau posisinya jauh dan di rumahnya ada fasilitas yang bisa terkoneksi dengan internet, ada fleksibilitas,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Tenggarong, Imam Husein, mengatakan sekolahnya sempat menerapkan PJJ selama tiga hari sebagai tindak lanjut kondisi kualitas udara.

Awalnya, SMPN 1 Tenggarong berencana mengikuti kebijakan PJJ pada 3 hingga 8 September 2026. Namun, setelah melakukan pemantauan terhadap indeks kualitas udara, pihak sekolah memutuskan kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Awalnya kami mengikuti arahan Disdikbud dari tanggal 3 sampai 8 September. Namun, setelah kami cek, indeks kualitas udara sudah beberapa hari menunjukkan angka di bawah 100, sekitar 96 hingga 98,” ujar Imam.

Dengan kondisi tersebut, sekolah menilai pembelajaran tatap muka sudah dapat kembali dilaksanakan. Mulai Senin, peserta didik SMPN 1 Tenggarong kembali mengikuti pembelajaran di sekolah seperti biasa.

“Artinya, untuk melaksanakan PJJ sepertinya sudah tidak diperlukan lagi. Saya mengambil kebijakan mulai Senin anak-anak kembali masuk sekolah dan pembelajaran tatap muka seperti biasanya,” katanya.

Meski PTM kembali diberlakukan, SMPN 1 Tenggarong masih membatasi aktivitas peserta didik di luar ruangan. Kegiatan pembelajaran di dalam kelas tetap berjalan normal, sedangkan aktivitas luar ruangan belum diperbolehkan.

“Untuk kegiatan atau aktivitas di luar ruangan masih tidak diperkenankan. Tetapi pembelajaran di dalam ruangan dilakukan seperti biasanya secara tatap muka,” jelasnya.

Imam menyebut, SMPN 1 Tenggarong hanya menerapkan PJJ selama tiga hari, yakni Kamis, Jumat, dan Sabtu. Setelah kondisi kualitas udara membaik, pembelajaran kembali normal mulai Senin.

“Kebetulan indeks kualitas udara sudah di bawah 100. Ada patokan bahwa kalau di bawah 100 masih aman untuk melaksanakan pembelajaran normal seperti biasanya,” tutupnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *