KUKAR : Pemerintah Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menghadirkan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas ruang laktasi bagi ibu menyusui yang tengah mengurus administrasi di kantor kecamatan.
Sekretaris Camat Anggana, Eka Isnawati, mengatakan penyediaan ruang laktasi merupakan wujud perhatian pemerintah kecamatan terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
“Ruang laktasi ini disiapkan agar ibu yang menyusui tetap merasa nyaman saat berada di kantor kecamatan. Mereka bisa mengurus administrasi sambil tetap memperhatikan kebutuhan bayinya,” ungkapnya.
Eka menjelaskan, langkah ini menjadi bagian dari upaya menjadikan pelayanan publik lebih ramah keluarga. Dengan adanya fasilitas tersebut, pihaknya berharap ibu menyusui tidak lagi merasa kesulitan ketika harus datang ke kantor kecamatan untuk mengurus berbagai keperluan.
Selain itu, ia juga menilai inovasi ruang laktasi dapat menjadi inspirasi bagi kecamatan lain di Kukar untuk menyediakan fasilitas serupa. “Kami berharap program ini bisa dicontoh, karena ruang laktasi adalah bentuk perhatian terhadap kelompok rentan, dalam hal ini ibu dan bayi. Dengan begitu, kantor kecamatan benar-benar bisa menjadi ruang pelayanan yang inklusif,” tambah Eka.
Tidak hanya menyediakan ruang laktasi, Kecamatan Anggana juga berkomitmen meningkatkan sarana pelayanan lainnya. Mulai dari ruang tunggu yang nyaman, layanan yang cepat dan efisien, hingga penyediaan informasi yang mudah diakses masyarakat kapan pun dibutuhkan.
Menurut Eka, peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan tanggung jawab bersama, agar masyarakat merasakan manfaat nyata dari kehadiran pemerintah di tingkat kecamatan. “Dengan langkah ini, kami ingin memastikan seluruh masyarakat tanpa terkecuali dapat menerima layanan publik dengan kualitas yang baik, ramah, dan memadai,” tegasnya.
Kecamatan Anggana menargetkan inovasi pelayanan publik yang dijalankan ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari reformasi birokrasi di daerah. (Adv/and)

















