KUKAR : Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam membangun karakter generasi muda semakin nyata dengan hadirnya Gerakan Etam Mengaji (GEMA), sebuah inisiatif berbasis keagamaan yang kini didukung oleh regulasi resmi berupa Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2021 tentang Gerakan Ketahanan.
Bupati Kukar Edi Damansyah menyampaikan bahwa gerakan ini lahir dari semangat kolektif dan aspirasi masyarakat, yang turut didiskusikan bersama Ketua MUI Kukar KH Hanan.
“Semangat kami sama, menghadirkan program yang menjadi pegangan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan agar bisa bergerak dalam satu arah,” ungkapnya Minggu (6/4/2024)
Meskipun Perda baru ditetapkan pada tahun ketiga masa kepemimpinannya, Edi menegaskan bahwa Gerakan Mengaji sejatinya telah berjalan sejak awal.
“Implementasinya memang belum sepenuhnya masif, namun langkah-langkah konkret terus kami ambil,” katanya.
Salah satu langkah strategis adalah mengoptimalkan peran LPTQ, tidak hanya sebagai penyelenggara MTQ, tetapi juga sebagai motor penggerak pembelajaran Al-Qur’an secara menyeluruh dari membaca hingga mengamalkannya. Bupati juga mengajak Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat kecamatan untuk memperkuat sinergi dalam gerakan ini.
Ia menilai kolaborasi yang telah terbangun selama Ramadan seperti tadarus dan pengajian rutin merupakan bukti nyata bahwa Gerakan Mengaji memiliki pondasi kuat. Harapannya, kegiatan-kegiatan keagamaan ini bisa berlanjut sepanjang tahun.
“Gerakan Etam Mengaji bertujuan menyiapkan SDM berkarakter yang siap mengelola masjid dan kegiatan keagamaan, terutama di desa-desa wilayah zona ulu,” jelasnya.
Gerakan ini juga sejalan dengan program lain seperti penguatan pesantren, beasiswa santri, hingga peringatan Hari Santri setiap tahun.
“Kami, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Terima kasih kepada keluarga besar NU dan seluruh pihak yang telah mendukung gerakan ini,” ujarnya. (Adv/dk)

















