KUKAR : Desa Segihan di Kecamatan Sebulu mulai menapaki jalur pengembangan sektor pariwisata. Kepala Desa Segihan, Hendra Wahyudi, menyampaikan bahwa pembangunan destinasi wisata lokal saat ini tengah berlangsung, dengan progres yang cukup menjanjikan.
Hendra mengatakan bahwa untuk potensi pariwisata di Desa Segihan saat ini sedang dalam tahap awal pengembangan. Progresnya sudah berjalan, dimulai dari pembangunan embung, pengerasan jalan, hingga pemasangan drainase,
“Kami perkirakan hasil awal dari pengembangan ini akan mulai tampak secara nyata pada Juli atau Agustus mendatang.” ujarnya Selasa (13/5/2025).
Lokasi wisata ini terletak di RT 2, berada di kawasan pertanian desa. Menurut Hendra, akses jalan menuju lokasi sudah mulai baik berkat pengerasan jalan menggunakan agregat yang langsung mengarah ke kawasan embung wisata.
Untuk pengelolaan wisata, pemerintah desa berencana menjalin kerja sama antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
“Pokdarwis sudah terbentuk, tinggal ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama teknis,” tambah Hendra.
Pemerintah desa optimistis keberadaan wisata ini akan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar, sekaligus membuka peluang kerja dan usaha di wilayah tersebut.
Upaya Desa Segihan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara. Plt. Kabid Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, menyatakan bahwa inisiatif desa dalam membangun destinasi lokal merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi.
“Ini merupakan langkah strategis dan inspiratif. Pengelolaan wisata oleh BUMDes memberikan peluang besar bagi pemberdayaan masyarakat dan kemandirian desa,” ujar Ivan.
Ia juga menambahkan bahwa Dispar Kukar siap mendukung pengembangan wisata Segihan melalui promosi digital, khususnya di media sosial, agar makin dikenal luas oleh masyarakat.
Dengan potensi alam yang dimiliki dan pengelolaan yang terus dibenahi, wisata embung di Desa Segihan diyakini mampu bersaing dan menjadi salah satu daya tarik utama baru di sektor pariwisata Kukar.
“Langkah ini sejalan dengan visi besar Kukar Idaman dalam membangun desa wisata mandiri dan berkelanjutan, berbasis potensi lokal dan kolaborasi masyarakat,” tutupnya (Adv/dk).

















