KUKAR : Kesadaran masyarakat terhadap potensi wisata lokal kian meningkat. Hal ini tercermin dari adanya empat desa di Kukar yang mengusulkan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, M. Ridha Fatrianta, mengungkapkan bahwa usulan pembentukan Pokdarwis kini lebih banyak berasal dari masyarakat sendiri, bukan lagi atas dorongan dinas seperti beberapa tahun sebelumnya.
“Kami mengubah pendekatan. Sekarang, kami hanya mendukung pembentukan Pokdarwis jika memang ada komitmen kuat dari masyarakat desa terhadap pengembangan wisata lokal,” tegas Ridha Kamis (15/5/2025).
Menurut Ridha, Pokdarwis merupakan kelompok yang dibentuk, dikelola, dan beroperasi di tingkat desa. Pemerintah kabupaten dan kecamatan hanya berperan sebagai pendamping dan pembina. Karena itu, inisiatif dari warga menjadi faktor utama dalam menentukan kelayakan pembentukan kelompok tersebut.
Hingga saat ini, sudah ada empat daerah yang menunjukkan keseriusan, yakni Desa Muara Ritan, Santan Ilir, Sedulang, dan Tambang. Dispar Kukar berencana melakukan sosialisasi lanjutan dan menyerahkan surat keputusan (SK) pembentukan kelompok dalam waktu dekat.
Ridha juga menegaskan bahwa tidak ada batasan resmi terkait jumlah Pokdarwis dalam satu desa. Namun, untuk menjaga efektivitas, pihaknya mendorong agar satu desa cukup memiliki satu Pokdarwis yang kuat dan aktif. Meski begitu, pengecualian bisa terjadi di daerah dengan potensi wisata tinggi.
Tahapan selanjutnya adalah pendampingan dan pelatihan kepada kelompok yang telah terbentuk. Ridha berharap, dalam satu hingga dua tahun mendatang, akan terlihat peningkatan signifikan dalam kunjungan wisata ke desa-desa tersebut.
“Keberhasilan Pokdarwis tidak hanya bergantung pada pembentukan kelompoknya, tetapi juga pada dukungan warga, kemampuan desa mengelola destinasi, dan kesinambungan program,” tambahnya.
Dengan pendekatan yang lebih partisipatif ini, Dispar Kukar optimistis desa-desa di wilayah tersebut dapat menjadi pusat pertumbuhan wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan. (Adv/dk)

















