KUKAR: Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menanggapi wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD yang belakangan ramai diperbincangkan. Menurutnya, baik pemilihan langsung oleh rakyat maupun melalui DPRD, pada prinsipnya tidak menjadi persoalan krusial selama tujuan utamanya tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
Aulia menegaskan, esensi demokrasi bukan semata terletak pada prosesi pemilihan yang berlangsung singkat, melainkan pada bagaimana pemerintah hadir dan bekerja secara nyata setelah proses pemilihan usai.
“Yang terpenting bagi kami adalah masyarakat benar-benar bisa merasakan program-program pemerintah dan kehadiran negara di tengah kehidupan mereka,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, jika dilihat dari sisi efisiensi, pemilihan kepala daerah melalui DPRD dinilai lebih hemat biaya. Namun demikian, hal tersebut harus diiringi dengan jaminan bahwa anggota DPRD benar-benar merupakan representasi rakyat yang dipilih secara sah dan bertanggung jawab kepada konstituennya.
“Kalau DPRD dipilih langsung oleh rakyat, maka pada saat rakyat memilih anggota DPRD, sesungguhnya mereka juga menitipkan mandat, termasuk soal pemilihan kepala daerah,” jelas Aulia.
Menurutnya, sistem pemilihan legislatif dan eksekutif seharusnya saling terhubung dan tidak berjalan secara parsial. DPRD harus turun ke masyarakat, melakukan penjaringan aspirasi, mendengar siapa figur yang layak dipilih, sebelum akhirnya menentukan pilihan di tingkat DPRD.
Menanggapi kekhawatiran munculnya praktik manipulasi dalam pemilihan oleh DPRD, Aulia menilai hal tersebut sangat bergantung pada sistem dan perspektif yang diterapkan. Ia bahkan menyebut, menolak pemilihan lewat DPRD sama saja dengan meragukan legitimasi rakyat yang telah memilih wakilnya di parlemen.
Lebih lanjut, Aulia menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini seharusnya diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Efisiensi anggaran dari proses politik, menurutnya, bisa dikonversi untuk memperbaiki layanan publik.
“Sejauh apa sekolah bisa kita perbaiki, rumah sakit dan puskesmas bisa kita tingkatkan, itulah yang jauh lebih penting. Isu utamanya adalah bagaimana membuat masyarakat lebih sejahtera dan kehidupannya lebih baik,” tutupnya. (*van)

















