BALIKPAPAN: Kota Balikpapan kembali menorehkan capaian positif dalam pembangunan berkelanjutan. Pada penilaian terbaru program Kota Sehat, Balikpapan resmi naik satu tingkat dan menyandang status Kota Sehat Kategori Swasti Saba Wiwerda, sekaligus menjadi yang tertinggi di antara seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menyebut pencapaian ini sebagai hasil kerja kolektif pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan kota yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
“Status ini naik satu tingkat dari tahun sebelumnya yang masih kategori Padapa. Artinya Balikpapan sudah masuk kategori kota sehat. Tinggal satu tahap lagi untuk mencapai predikat tertinggi, yaitu Wistara,” ujar Alwiati saat ditemui di Balai Kota Balikpapan, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menempatkan Balikpapan di posisi terdepan dalam pembangunan kota sehat di Kalimantan Timur. Meski demikian, tantangan menuju kategori Wistara masih cukup besar dan membutuhkan upaya ekstra dari seluruh pemangku kepentingan.
Penilaian Kota Sehat mencakup sembilan tatanan, mulai dari kesehatan, perhubungan, permukiman, hingga pariwisata. Secara umum, sebagian besar tatanan menunjukkan tren positif. Sektor perhubungan dan pariwisata bahkan dinilai terus mengalami peningkatan kualitas.
“Perhubungan dan pariwisata sudah menunjukkan hasil yang baik. Ke depan, pariwisata akan kita dorong menjadi pariwisata sehat,” jelasnya.
Namun, di balik capaian tersebut, Alwiati mengakui sektor kesehatan justru menjadi pekerjaan rumah utama. Meningkatnya angka stunting di Balikpapan menjadi faktor pengurang nilai yang cukup signifikan dalam penilaian kali ini.
“Yang menjadi catatan serius adalah stunting. Angkanya meningkat dan ini berdampak pada penilaian. Ini yang harus segera kita perbaiki,” tegasnya.
Untuk dapat meraih predikat Swasti Saba Wistara, Balikpapan dituntut meraih nilai maksimal di seluruh tatanan. Hal itu menuntut penguatan program kesehatan, inovasi layanan, serta penanganan stunting yang lebih terintegrasi. “Targetnya seluruh tatanan bernilai 100. Artinya sektor kesehatan harus kita dorong lebih kuat lagi,” kata Alwiati.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai kunci keberhasilan. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk mengidentifikasi kekurangan dan menyusun langkah strategis menuju penilaian berikutnya. “Kolaborasi antar-OPD harus terus diperkuat. Semua tatanan akan dievaluasi agar ke depan hasilnya lebih optimal,” ujarnya.
Penilaian Kota Sehat oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan periode penilaian berikutnya menjadi momentum lonjakan prestasi, dengan fokus utama pada penurunan stunting dan penguatan inovasi layanan kesehatan.(las)

















