KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) antisipasi distribusi pangan menjelang bulan suci Ramadan, sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di wilayah rawan banjir dan cuaca ekstrem.
Upaya tersebut dilakukan untuk pemantauan lapangan dan laporan real-time dari kecamatan, khususnya wilayah hulu Kukar.
Karakter wilayah Kukar yang luas, ditambah curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir, membuat sejumlah kecamatan berisiko terputus jalur logistik. Wilayah seperti Kota Bangun, Kota Bangun Darat, Muara Kaman, Muara Muntai, Muara Wis, Kenohan, Kembang Janggut hingga Tabang menjadi prioritas pengawasan karena kerap terdampak banjir.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan, pemerintah daerah memilih bergerak lebih awal untuk mencegah gangguan distribusi yang berujung pada lonjakan harga di tingkat masyarakat.
“Sekarang kita tidak menunggu kondisi darurat. Kita sudah dua kali melakukan rapat koordinasi bencana, memetakan potensi risiko, dan membentuk grup komunikasi antara camat dan Sekda,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Melalui sistem komunikasi tersebut, camat di wilayah hulu diwajibkan menyampaikan laporan harian terkait kondisi cuaca, tinggi muka air, hingga akses transportasi logistik. Data itu menjadi dasar pengambilan keputusan cepat apabila distribusi bahan pokok mulai terganggu.
“Kita ingin tahu lebih dulu. Kalau di hulu air mulai tinggi, langsung dilaporkan dan kita siapkan langkah mitigasi,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan ini terbukti efektif menekan dampak cuaca ekstrem. Meski beberapa wilayah seperti Tabang, Kembang Janggut, dan Dondang sempat terdampak banjir, pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga dan tidak menimbulkan gejolak harga signifikan. (*van)

















