Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Anggota DPRD Kukar Rahmat Darmawan Rilis Film Dokumenter “Penyambung Lidah Rakyat”

253
×

Anggota DPRD Kukar Rahmat Darmawan Rilis Film Dokumenter “Penyambung Lidah Rakyat”

Share this article
Anggota Komisi II DPRD Kukar, Rahmat Darmawan. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Anggota Komisi II DPRD Kukar, Rahmat Darmawan. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR : Satu tahun menjalankan amanah sebagai wakil rakyat di DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Komisi II, Rahmat Darmawan memilih menuangkan perjalanan pengabdiannya dalam sebuah film dokumenter berjudul Penyambung Lidah Rakyat.

Karya tersebut menjadi potret kiprahnya dalam menyerap, mengawal, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.

Film ini digarap dari kumpulan dokumentasi kegiatan yang dihimpun relawan dan timnya selama setahun terakhir.

Mulai dari advokasi persoalan warga, pengawalan program pemerintah, hingga fasilitasi kebutuhan masyarakat dalam berbagai sektor pembangunan, seluruhnya dirangkai menjadi narasi utuh tentang kerja politik di lapangan.

Rahmat menjelaskan, tagline Penyambung Lidah Rakyat sendiri telah ia gunakan sejak masa kampanye sebagai bentuk komitmen kepada masyarakat.

“Dokumentasi selama satu tahun itu kami rangkai menjadi sebuah film. Tagline itu sudah saya gunakan sejak masa kampanye sebagai bentuk komitmen kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sebutan tersebut kerap kembali disampaikan oleh masyarakat maupun rekan-rekannya. Hal itu menguatkan keyakinannya untuk menjadikannya sebagai judul film sekaligus refleksi perjalanan politiknya.

Lebih dari sekadar dokumentasi kegiatan, film tersebut juga menjadi pengingat atas perjalanan hidupnya sebelum duduk di kursi legislatif. Rahmat mengaku tidak berasal dari keluarga politisi.

“Saya lahir dari keluarga sederhana. Ibu saya pedagang, bapak saya petani. Saya bukan dari keluarga pejabat,” tuturnya.

Latar belakang itu, kata dia, membuatnya merasa dekat dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan kawasan pemilihannya.

Ia menilai banyak warga yang merasa aspirasinya dapat tersampaikan melalui dirinya.

Rahmat mengungkapkan, istilah “penyambung lidah rakyat” juga terinspirasi dari buku Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang mengisahkan pemikiran dan perjuangan Soekarno.

Buku tersebut diberikan oleh mentornya, Muhammad Samsun, dan menjadi salah satu sumber inspirasi dalam memahami bagaimana politik seharusnya dijalankan untuk kepentingan rakyat.

Film Penyambung Lidah Rakyat kini telah rampung diproduksi dan trailer-nya telah tersedia. Usai Lebaran bulan ini, Rahmat bersama tim berencana menggelar nonton bareng di sejumlah wilayah daerah pemilihannya, yakni Kecamatan Samboja, Samboja Barat, Muara Jawa, dan Sanga-Sanga.

Kegiatan tersebut akan melibatkan tokoh masyarakat, kelompok warga, hingga kalangan pemuda.

Ia menambahkan, film tersebut juga memuat pesan edukasi politik. Di dalamnya digambarkan proses kerja politik, mulai dari penyerapan aspirasi, pembahasan kebijakan, hingga pelaksanaan fungsi pengawasan yang dijalankan anggota dewan.

Rahmat berharap film ini dapat menjadi inspirasi, terutama bagi generasi muda, agar memandang politik secara lebih substantif dan tidak semata-mata pragmatis.

“Politik itu penting, karena kebijakan yang lahir hari ini adalah hasil dari pilihan politik sebelumnya. Baik atau buruknya kebijakan yang kita rasakan, berawal dari keputusan politik yang kita ambil,” tutupnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *