KUKAR: Kerusakan jalan poros di Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), semakin dikeluhkan warga. Sejumlah ruas dipenuhi lubang dan dinilai membahayakan pengguna jalan, padahal jalur tersebut merupakan akses utama penghubung wilayah hulu.
Jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan beberapa kecamatan di wilayah hulu Kukar. Aktivitas masyarakat, mulai dari transportasi harian hingga distribusi barang, sangat bergantung pada kelancaran jalan tersebut.
Salah seorang warga, Andre, mengungkapkan keluhannya saat melintasi jalan poros Kenohan. Ia menyebut kerusakan jalan tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan tersebar di berbagai ruas.
Menurutnya, kondisi jalan rusak tidak hanya ditemukan di jalur antara Desa Sebelimbingan, Kecamatan Kota Bangun dan Teluk Muda, Kecamatan Kenohan. Lubang-lubang juga banyak dijumpai di sepanjang jalan poros Kenohan lainnya.
“Banyak jalan aspal yang kini sudah berlubang, padahal baru dikerjakan beberapa tahun lalu,” ujarnya, Senin (20/3/2026).
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat perjalanan menjadi lebih sulit dan berisiko, terutama dalam situasi darurat.
“Kalau bawa orang sakit, pasti sangat menyulitkan,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan Regy, warga Desa Kahala, Kecamatan Kenohan. Ia mengatakan, kerusakan jalan kerap menyebabkan antrean panjang kendaraan, terutama saat arus lalu lintas ramai.
“Kadang kalau naik mobil susah, antreannya panjang,” ungkapnya.
Selain mengganggu kenyamanan, kondisi jalan yang rusak juga dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas. Terlebih saat musim hujan, lubang jalan kerap tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara.
Warga pun berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah perbaikan menyeluruh, mengingat pentingnya jalan poros tersebut sebagai urat nadi penghubung antarwilayah di Kukar.
Mereka juga meminta agar perbaikan dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan, sehingga kerusakan serupa tidak kembali terjadi dalam waktu dekat. (*van)

















