Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Disdikbud Kukar Pastikan Belimbur Erau 2025 Jadi Magnet Wisata Budaya

237
×

Disdikbud Kukar Pastikan Belimbur Erau 2025 Jadi Magnet Wisata Budaya

Share this article
c88bda3e ac52 4891 8ed4 5039c92924c4
Kepala Disdikbud Kukar , Thauhid Afrilian Noor (and/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian tradisi Belimbur sebagai bagian puncak Festival Erau 2025. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), sejumlah langkah teknis disiapkan agar prosesi adat tersebut berjalan lancar, aman, dan memberi kesan positif bagi masyarakat maupun wisatawan.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, mengatakan bahwa Belimbur bukan sekadar seremonial permainan air, melainkan warisan budaya yang sarat nilai kebersamaan. Karena itu, Pemkab tidak hanya fokus pada penyediaan sarana air bersih, tetapi juga menata penyelenggaraan secara menyeluruh agar tetap tertib dan menarik bagi pengunjung.

“Belimbur ini selalu menjadi daya tarik utama setiap perayaan Erau. Kami ingin memastikan masyarakat bisa menikmatinya dengan aman, nyaman, dan penuh makna,” jelas Thauhid, Kamis (25/9/2025).

Menurut Thauhid, Festival Erau telah lama menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kukar dan bahkan masuk dalam kalender pariwisata nasional. Tradisi Belimbur sebagai penutup rangkaian acara diyakini mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi magnet wisata budaya yang mendatangkan manfaat ekonomi.

“Banyak wisatawan datang khusus untuk menyaksikan dan ikut serta dalam prosesi Belimbur. Ini momentum yang tidak boleh kita lewatkan untuk memperkenalkan budaya Kukar lebih luas,” tambahnya.

Demi menjaga kenyamanan, Pemkab Kukar menyiapkan penampungan air bersih di sejumlah titik strategis. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi apabila debit Sungai Mahakam berkurang dan agar masyarakat tidak menggunakan air kotor selama prosesi berlangsung.

Selain itu, pemerintah daerah juga melibatkan Polres, Kodim, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan dalam pengamanan. Koordinasi lintas instansi ini penting untuk mengatur arus lalu lintas, ketertiban, dan keselamatan peserta.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami ingin suasana tetap meriah, tetapi tetap terkendali,” tegasnya.

Thauhid juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah tradisi bukan hanya dilihat dari jumlah peserta, tetapi juga dari bagaimana masyarakat dapat merawatnya dengan tertib dan penuh tanggung jawab.

“Belimbur harus menjadi cermin kegembiraan sekaligus kesadaran menjaga lingkungan. Jangan sampai sampah berserakan atau air digunakan sembarangan. Mari kita rayakan dengan cara yang sehat dan berbudaya,” ujarnya.

Dengan pengelolaan yang matang, Pemkab Kukar optimistis prosesi Belimbur tahun ini akan semakin memperkuat posisi Festival Erau sebagai ikon budaya dan pariwisata. Tradisi turun-temurun tersebut diharapkan tidak hanya dilestarikan, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, khususnya sektor UMKM dan pelaku wisata lokal.

“Belimbur bukan sekadar main air, tetapi simbol persaudaraan. Kalau dikelola baik, ia bisa menjadi warisan budaya yang mendunia,” pungkas Thauhid. (Adv/and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *