KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengakselerasi modernisasi sistem pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital. Tahun ini, langkah strategis diwujudkan dengan pendistribusian perangkat internet berbasis satelit Starlink ke 109 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri yang tersebar di berbagai kecamatan.
Program ini hadir sebagai jawaban atas permasalahan klasik keterbatasan jaringan internet, terutama di wilayah blank spot yang sulit dijangkau sinyal seluler, seperti Kecamatan Tabang.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana SMP Disdikbud Kukar, Mujahiddin, menjelaskan distribusi perangkat dilakukan sesuai kebutuhan sekolah. “Untuk Starlink, kami salurkan ke 109 sekolah negeri. Ada yang mendapat satu paket, ada juga yang dua, menyesuaikan kondisi teknis dan kebutuhan di lapangan,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).
Ia menambahkan, perangkat Starlink dipilih karena mampu menghadirkan koneksi internet yang lebih stabil dan dapat diandalkan. Dengan dukungan teknologi ini, sekolah-sekolah di daerah terpencil diharapkan mampu menyelenggarakan proses belajar digital secara lancar tanpa terhambat masalah jaringan.
“Selama ini, koneksi yang lemah menjadi kendala utama. Dengan Starlink, kami optimistis proses pembelajaran bisa berjalan lebih baik,” jelas Mujahiddin.
Proses aktivasi perangkat sendiri dilakukan secara bertahap oleh tim teknis dari penyedia layanan di Jakarta. Disdikbud Kukar menargetkan seluruh unit dapat segera beroperasi dalam bulan ini.
“Insyaallah bulan ini selesai semua, sehingga perangkat bisa langsung dimanfaatkan,” tambahnya.
Tidak hanya mendukung pembelajaran daring, jaringan internet yang stabil juga akan memudahkan guru dalam berkomunikasi, memperbarui administrasi sekolah, serta mengakses berbagai sistem digital yang kini menjadi bagian dari tata kelola pendidikan.
Kebijakan ini sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Kukar untuk menciptakan pemerataan layanan pendidikan berbasis teknologi. Disdikbud Kukar menegaskan, tidak boleh ada satu pun sekolah yang tertinggal akibat keterbatasan jaringan internet.
“Kami ingin memastikan semua siswa dan guru memiliki akses yang sama terhadap materi pembelajaran digital. Ini bentuk nyata pemerataan layanan pendidikan di Kukar,” pungkas Mujahiddin. (Adv/and)

















