KUKAR: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pemanfaatan Gedung Ekonomi Kreatif (Ekraf) agar tidak sekadar menjadi bangunan yang telah selesai dikerjakan, tetapi mampu menjadi ruang produktif bagi masyarakat. Fasilitas tersebut diproyeksikan menampung berbagai kegiatan, mulai dari agenda komunitas hingga acara keluarga seperti resepsi pernikahan.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menyampaikan bahwa pembangunan gedung tersebut pada dasarnya telah rampung. Saat ini, pemerintah tinggal menyelesaikan beberapa kebutuhan pendukung sebelum fasilitas itu dapat digunakan secara optimal.
Ia menyebut kondisi bangunan masih terjaga dengan baik. Meski demikian, terdapat sejumlah perlengkapan yang berkaitan dengan sistem pengamanan yang belum tersedia dan perlu segera ditindaklanjuti.
Rendi menilai penyelesaian kebutuhan tersebut penting agar gedung dapat segera dibuka dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Terlebih, fasilitas di dalam bangunan sudah cukup menunjang untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan.
“Kalau melihat kondisi sekarang, gedungnya sudah bagus dan sebenarnya sudah siap untuk dimanfaatkan. Tinggal beberapa kebutuhan pengamanan yang harus dilengkapi, setelah itu proses peresmian bisa dilakukan,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Lebih jauh, Ia melihat Gedung Ekraf memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan acara di Tenggarong. Keberadaan fasilitas seperti panggung dan videotron menjadi keunggulan tersendiri karena dapat mendukung berbagai kebutuhan kegiatan.
Bahkan, ia membayangkan gedung tersebut dapat menjadi alternatif tempat bagi masyarakat yang ingin menggelar resepsi pernikahan maupun hajatan lainnya. Dengan fasilitas yang tersedia, masyarakat nantinya memiliki pilihan tempat acara yang lebih representatif.
Menurutnya, pemanfaatan gedung tidak perlu terbatas pada kegiatan yang berkaitan langsung dengan ekonomi kreatif. Selama sesuai dengan fungsi dan ketentuan pengelolaan, fasilitas tersebut dapat digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat.
“Di dalam sudah tersedia panggung dan videotron. Jadi, bukan hanya untuk kegiatan ekonomi kreatif, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk acara lain. Saya kira tahun depan sudah bisa menjadi alternatif tempat masyarakat mengadakan pernikahan atau hajatan,” jelasnya.
Rencana tersebut sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk ikut mengambil manfaat. Penyelenggaraan berbagai acara di Gedung Ekraf berpotensi melibatkan penyedia jasa dekorasi, katering, tata rias, dokumentasi, hingga usaha pendukung lainnya.
Dengan aktivitas yang semakin beragam, gedung tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu fasilitas publik yang memberikan nilai ekonomi sekaligus memperkuat ekosistem usaha kreatif di Kukar.
Pemkab Kukar pun diharapkan segera menuntaskan kebutuhan yang masih tertunda agar pemanfaatan bangunan tidak terus mengalami penundaan. Rendi menginginkan fasilitas yang telah tersedia dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Jangan sampai gedung yang sudah dibangun bagus seperti ini justru tidak digunakan. Kita ingin fasilitas ini segera hidup, ramai dengan kegiatan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kukar,” pungkasnya. (Adv/Van)

















