Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

DP3A Kukar Gencarkan Program GENCAR, Cegah Pernikahan Usia Dini Lewat Edukasi dan Pembinaan

230
×

DP3A Kukar Gencarkan Program GENCAR, Cegah Pernikahan Usia Dini Lewat Edukasi dan Pembinaan

Share this article
Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah. (Van/dutakaltimnews.com)
Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat upaya pencegahan pernikahan usia dini melalui Program Gerakan Cegah Nikah Anak  (GENCAR).

Langkah ini dilakukan dengan menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada kalangan pelajar, sekaligus membangun kolaborasi bersama berbagai institusi untuk memberikan pemahaman mengenai risiko pernikahan pada usia muda.

Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah, mengatakan upaya pencegahan tersebut tidak hanya dilakukan melalui kegiatan internal dinas, tetapi juga melibatkan sejumlah pihak. Salah satunya dengan menyambangi sekolah-sekolah dan organisasi untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya mempersiapkan masa depan sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Menurutnya, edukasi sejak dini menjadi bagian penting agar generasi muda memahami bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan, baik dari segi usia, mental, maupun tanggung jawab dalam membangun rumah tangga.

“Ini sebenarnya kita juga berkolaborasi. Untuk pencegahan dan sosialisasi, beberapa kegiatan kami lakukan dengan datang ke sekolah-sekolah maupun organisasi. Di sana kami menyampaikan berbagai hal terkait program tersebut,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).

Selain mengedepankan sosialisasi, DP3A Kukar juga menerima laporan maupun permintaan asesmen terhadap anak-anak yang telah atau berencana menjalani pernikahan di usia muda. Dalam penanganannya, DP3A bekerja sama dengan institusi terkait untuk melakukan pendampingan dan pembinaan.

Ia menjelaskan, anak-anak yang berada dalam kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus. Sebab, membangun rumah tangga bukan perkara sederhana dan membutuhkan kesiapan yang matang. Oleh karena itu, proses asesmen juga melibatkan psikolog guna melihat kondisi serta kesiapan anak dari berbagai aspek.

“Laporan maupun permintaan asesmen terhadap anak-anak yang menikah usia muda tetap ada di tempat kami. Tugas kami adalah melakukan proses pembinaan. Karena kehidupan rumah tangga itu tidak semudah yang dibayangkan, terlebih mereka masih berusia muda. Dengan berbagai pertimbangan, asesmen dari psikolog juga kami lakukan,” jelasnya.

Di sisi lain, DP3A Kukar turut menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Pengawasan orang tua dinilai menjadi salah satu langkah utama untuk mencegah berbagai persoalan yang dapat mengancam tumbuh kembang dan keselamatan anak.

Ia mengingatkan, sejumlah kasus yang melibatkan anak justru terjadi di lingkungan terdekat. Karena itu, orang tua dan keluarga tidak boleh lengah dalam memberikan perhatian serta pengawasan terhadap aktivitas anak sehari-hari.

Menurutnya, upaya perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan kepedulian bersama antara keluarga, lingkungan masyarakat, lembaga pendidikan, dan institusi terkait agar pencegahan dapat berjalan lebih optimal.

Ia berharap anak-anak di Kukar dapat lebih mengutamakan pendidikan dan memanfaatkan masa muda untuk mengembangkan potensi diri. Melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi serta mempersiapkan masa depan dinilai jauh lebih penting sebelum memutuskan membangun kehidupan rumah tangga.

“Harapan saya, anak-anak jangan menikah di usia dini. Kalau bisa, sekolah yang baik, kuliah, dan menempuh pendidikan setinggi mungkin. Persiapkan diri karena masih banyak waktu untuk mempersiapkan masa depan. Ini menjadi proses yang harus kita lakukan bersama, termasuk orang tua dan keluarga agar lebih preventif dalam mengawasi anak-anak,” pungkasnya. (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *