Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DPRD KUTAI KARTANEGARA

Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani: Belimbur Jadi Simbol Keberkahan dan Kesucian

263
×

Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani: Belimbur Jadi Simbol Keberkahan dan Kesucian

Share this article
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, saat menghadiri puncak Erau Adat Kutai 2026 dalam prosesi Ulur Naga dan Belimbur. (Van/dutakaltimnews.com)
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, saat menghadiri puncak Erau Adat Kutai 2026 dalam prosesi Ulur Naga dan Belimbur. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, ikut menyaksikan kemeriahan puncak Erau Adat Kutai 2026 yang di tandai dengan prosesi Ulur Naga dan Belimbur di depan Museum Mulawarman, Tenggarong, Kabupaten Kukar, Minggu (27/9/2026).

Menurutnya, suasana Belimbur tahun ini berlangsung meriah dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat yang hadir.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, mengatakan puncak pelaksanaan Erau tahun ini telah berjalan dengan baik. Ia menyebut prosesi Belimbur diawali dengan percikan air oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

“Kita sudah mencapai puncak Erau dan itu sudah terlaksana. Alhamdulillah tadi sudah dimulai dengan percikan air oleh Sultan dan hampir semua mengenai,” ujarnya,

Setelah percikan air oleh Sultan, kemeriahan berlanjut dengan semprotan air dari mesin pemadam kebakaran.

Air yang disemprotkan ke arah masyarakat menambah semarak suasana sekaligus menjadi bagian dari prosesi Belimbur yang telah menjadi tradisi dalam rangkaian Erau.

Menurut Yani, Belimbur tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan saling menyiram air. Di balik kemeriahan tersebut terdapat pesan mengenai keberkahan, kebahagiaan dan penyucian diri.

Ia menyebut masyarakat dapat menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk merefleksikan diri serta mengakhiri seluruh rangkaian perayaan dengan nilai-nilai kebaikan.

“Bahwa itu adalah bukti keberkahan, bukti kebahagiaan. Mari kita menyucikan diri, mari kita berpesta dan mengakhiri pesta ini adalah dengan kebaikan, dengan kesucian,” katanya.

Selain menjadi simbol penyucian diri, air dalam prosesi Belimbur juga memiliki makna yang erat dengan kehidupan manusia. Air merupakan sumber kehidupan yang keberadaannya perlu dijaga dan dimanfaatkan dengan baik.

“Bahwa air itu adalah sumber kehidupan. Mari kita menjadikan air adalah sahabat, mari kita menjadikan air adalah sumber kehidupan kita,” ungkapnya.

Menurutnya, pesan tersebut menjadi salah satu nilai yang dapat diambil dari pelaksanaan Belimbur. Kemeriahan yang hadir di tengah masyarakat diharapkan tetap berjalan beriringan dengan kesadaran untuk menjaga lingkungan dan sumber air.

Puncak Erau Adat Kutai 2026 pun menjadi momentum berkumpulnya masyarakat dari berbagai kalangan.

Tradisi yang berlangsung di tengah kawasan Tenggarong tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana budaya dan adat Kutai terus hidup di tengah masyarakat.

Yani berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam pelaksanaan Belimbur dapat terus terjaga. Ia juga mengajak masyarakat memaknai air sebagai bagian penting dalam kehidupan yang harus dijaga bersama.

“Air itu adalah sumber kehidupan kita,” pungkasnya. (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *