KUKAR: SMP Negeri 6 Tenggarong resmi menyandang predikat sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) setelah melalui proses penilaian dan pendampingan selama kurang lebih dua tahun.
Kepala SMPN 6 Tenggarong, Dr. James S. Marpaung, M.Pd., mengatakan, proses untuk mencapai predikat tersebut dimulai sejak 2024. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sekolah adalah kualitas jaringan internet yang belum stabil.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengganggu proses pembelajaran berbasis teknologi yang menjadi salah satu bagian penting dalam program sekolah rujukan Google.

“Untuk sekolah kami, tantangan yang terberat adalah terkait kualitas sinyal. Di SMP Negeri 6 Tenggarong sinyalnya ada, tetapi tidak stabil. Ini sangat mengganggu proses pembelajaran,” ujar James Jumat (18/9/2026).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak sekolah mengambil langkah dengan menyediakan layanan internet berbasis Starlink. Pengadaan satu unit perangkat tersebut dianggarkan melalui BOSP dengan nilai sekitar Rp10 juta, kemudian sekolah berlangganan paket internet sekitar Rp750 ribu per bulan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memenuhi kebutuhan pembelajaran digital selama proses menuju KSRG.
Selain jaringan internet, SMPN 6 Tenggarong juga melakukan berbagai pembenahan sarana dan pola pembelajaran. Selama dua tahun, proses belajar mengajar mulai diarahkan menggunakan perangkat digital, termasuk Chromebook dan papan tulis digital.
James menyebut, sekolah mendapat dukungan sarana dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar berupa 95 unit Chromebook, yang diperuntukkan bagi siswa dan guru.
“Jadi satu siswa satu Chromebook, satu guru satu Chromebook,” jelasnya.
Sekolah juga memperoleh tiga unit papan tulis digital dari Disdikbud Kukar dan satu unit dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sementara untuk menunjang konektivitas, SMPN 6 Tenggarong mendapat tambahan dua unit Starlink dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Disdikbud.
Setelah berbagai persyaratan dipenuhi, proses tersebut kemudian berlanjut pada tahap verifikasi dan wawancara. Sekolah diminta menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital benar-benar telah berjalan dalam proses pembelajaran.
Puncaknya, pada Senin (14/9/2026), SMPN 6 Tenggarong dinyatakan lolos dan resmi menjadi salah satu Kandidat Sekolah Rujukan Google di Indonesia.
“Untuk mencapai predikat KSRG ini kami menjalaninya selama dua tahun, sejak 2024. Banyak hal yang harus kami penuhi, mulai dari kualitas sinyal, sarana-prasarana, papan tulis digital, hingga proses pembelajaran yang harus menggunakan digital dan tidak lagi manual menggunakan kertas,” ungkap James.
Setelah dinyatakan sebagai KSRG, SMPN 6 Tenggarong masih memiliki sejumlah tahapan yang harus dijalani sebelum menyandang status Sekolah Rujukan Google.
Salah satunya adalah melakukan pengimbasan kepada sekolah lain yang belum menerapkan program serupa. Selain itu, sejumlah guru juga akan dipersiapkan untuk mengikuti tahapan menjadi trainer.
Guru yang ingin menjadi trainer harus melalui proses seleksi dan tes, kemudian mengikuti pelatihan hingga memperoleh sertifikat trainer.
“Nanti guru-guru kami bisa menjadi trainer bagi guru-guru lain di Kutai Kartanegara. Untuk menjadi trainer harus mengikuti tahapannya, mulai dari seleksi, tes, sampai memiliki sertifikat sebagai trainer,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, menyampaikan apresiasi atas capaian SMPN 6 Tenggarong tersebut.
Menurut Emy, keberhasilan SMPN 6 Tenggarong menjadi KSRG menunjukkan bahwa satuan pendidikan di Kukar mampu berinovasi dan bersaing dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Capaian ini merupakan bukti nyata bahwa satuan pendidikan di Kutai Kartanegara mampu bersaing dan berinovasi dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” kata Emy.
Ia menilai capaian tersebut sekaligus menjadi indikator bahwa transformasi digital di sektor pendidikan Kukar terus bergerak ke arah positif.
Disdikbud Kukar, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan dan pendampingan kepada SMPN 6 Tenggarong untuk menyelesaikan tahapan berikutnya hingga nantinya resmi menyandang status Sekolah Rujukan Google.
“Kami juga mendorong SMP lainnya di Kutai Kartanegara untuk menjadikan capaian ini sebagai motivasi dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi,” ujarnya.
Emy turut mengapresiasi kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, dan seluruh siswa SMPN 6 Tenggarong yang telah bekerja keras selama proses tersebut.
Ia berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi sekaligus memberikan dampak positif terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara. (and)

















