Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

6 Hari Menuju Erau 2026, Persiapan Sudah 95 Persen namun Kirab Budaya Ditiadakan

255
×

6 Hari Menuju Erau 2026, Persiapan Sudah 95 Persen namun Kirab Budaya Ditiadakan

Share this article
Momen Pelaksanaan Erau Tahun 2026. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Momen Pelaksanaan Erau Tahun 2026. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Enam hari menjelang pelaksanaan Erau Adat Kutai Tahun 2026, persiapan pesta adat dan budaya terbesar masyarakat Kutai tersebut kini telah mencapai sekitar 95 persen.

Panitia terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Erau, mulai dari rangkaian ritual adat, persiapan venue kegiatan, panggung pertunjukan, Expo, hingga latihan tarian massal.

Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kutai Kartanegara (Kukar) sekaligus Wakil Ketua Panitia Erau 2026, M. Saidar, mengatakan persiapan pelaksanaan Erau kini sudah memasuki tahap akhir.

“Sudah hampir 95 persen persiapan perencanaan Erau kita ini. Kebetulan besok itu kita akan mengadakan rapat besar, rapat realisasi Erau dengan Pak Bupati,” ujarnya, Senin (14/9/2026).

Sebelum memasuki rangkaian utama Erau, sejumlah kegiatan pra Erau juga mulai dilaksanakan. Salah satunya kegiatan Besawai di Keraton Kutai yang menjadi bagian dari rangkaian awal sebelum perhelatan Erau berlangsung.

Selain itu, panitia juga telah melakukan persiapan untuk kegiatan ziarah ke makam raja-raja dan sultan, termasuk di Kutai Lama, Kecamatan Anggana.

“Untuk kegiatan Erau sendiri, sebelumnya kita sudah persiapan untuk ziarah, ke makam raja dan sultan, termasuk ke Kutai Lama, Anggana,” jelasnya.

Sementara untuk persiapan di sejumlah venue utama di Tenggarong, Saidar menyebut latihan tarian massal telah berlangsung kurang lebih selama setengah bulan.

Persiapan panggung untuk kegiatan di lapangan juga mulai dilakukan. Begitu pula dengan lokasi Expo dan pentas seni yang kini terus dimatangkan untuk menyambut pelaksanaan Erau.

“Di stadion memang sudah dilaksanakan persiapan untuk tarian massal, mungkin sudah setengah bulan. Kemudian panggung untuk kegiatan di lapangan sudah mulai dipersiapkan, di Expo juga sudah persiapan, kemudian untuk pentas seni juga sudah mulai dipersiapkan,” ungkapnya.

Selain rangkaian persiapan tersebut, sejumlah kegiatan adat dan keagamaan juga akan menjadi bagian dari rangkaian menuju Erau. Panitia telah menyiapkan kegiatan haul serta Salat Istisqa yang akan dilaksanakan pada Rabu, (16/9/2026), di depan Keraton Kutai.

Saidar mengatakan sejumlah ritual adat seperti Beluluh dan Bepelas juga semakin mendekati waktu pelaksanaan.

Namun demikian, kondisi cuaca panas yang belakangan disertai kabut asap membuat panitia harus melakukan penyesuaian terhadap beberapa rangkaian kegiatan.

Salah satu kegiatan yang terdampak adalah kirab budaya. Untuk sementara, kegiatan tersebut ditiadakan dan panitia memilih untuk memprioritaskan pelaksanaan ritual adat.

“Untuk pembukaan Erau sendiri, ada beberapa kegiatan yang sementara ini kita pending dulu. Seperti acara kirab budaya, semuanya kita tiadakan. Jadi kita hanya melakukan ritual seserahan saja,” ujarnya.

Dalam ritual seserahan tersebut, lima kecamatan akan dilibatkan untuk menyerahkan hasil bumi atau hasil panen kepada Sultan sebagai bagian dari tradisi dan rangkaian adat Erau.

Menurut Saidar, penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang cukup panas agar tidak memberikan dampak terhadap kesehatan dan kenyamanan para peserta.

“Kita melihat cuaca ini cukup panas, kasihan juga para peserta. Makanya kita laksanakan cuma kegiatan ritual sesembahan saja, memberikan hasil bumi kepada Yang Mulia Sultan,” tuturnya.

Sementara itu, persiapan di Kutai Lama, Kecamatan Anggana, juga terus dilakukan. Panitia sebelumnya telah melaksanakan ziarah ke makam Raja Mulia Sultan serta mempersiapkan lokasi untuk berbagai ritual adat.

Venue di kawasan Kutai Lama disebut telah siap digunakan. Panggung juga telah tersedia di kawasan dekat pelabuhan untuk mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan.

Salah satu ritual yang akan menjadi perhatian adalah Ulur Naga, yang akan dilaksanakan di kawasan tersebut sebagai bagian dari rangkaian Erau Adat Kutai 2026.

Terkait anggaran pelaksanaan Erau, Saidar mengatakan hingga saat ini kebutuhan anggaran masih berada pada kisaran yang telah direncanakan sebelumnya, yakni sekitar Rp15 miliar melalui mekanisme hibah.

Selain menyukseskan pelaksanaan pesta adat dan budaya, panitia juga memiliki target besar terhadap jumlah kunjungan masyarakat selama Erau berlangsung.

“Target kita, Erau ini direncanakan akan masuk di Kalender Event Nusantara tahun 2026. Target kita mengharapkan 40 ribu pengunjung Erau ini bisa datang ke sini,” katanya.

Pelaksanaan Erau juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Kukar melalui meningkatnya aktivitas dan perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung.

Menurut Saidar, pihak Kementerian Pariwisata juga direncanakan datang untuk melihat dampak pelaksanaan Erau, termasuk peningkatan ekonomi masyarakat, kegiatan seni budaya, serta aktivitas budaya tradisional yang digelar selama perhelatan berlangsung.

Sementara itu, salah seorang masyarakat Kukar, Imelda, menyambut baik langkah panitia yang melakukan penyesuaian sejumlah rangkaian kegiatan dengan kondisi cuaca saat ini.

“Menurut saya bagus ya, karena kondisi cuaca sekarang memang cukup panas dan kabut asap. Yang penting kegiatan adat Erau tetap berjalan, meskipun ada beberapa rangkaian yang disesuaikan,” ujarnya.

Imelda berharap seluruh rangkaian Erau Adat Kutai Tahun 2026 tetap berjalan lancar dan masyarakat masih dapat merasakan kemeriahan pesta budaya tersebut.

“Pasti harapannya semoga Erau tetap berjalan lancar, masyarakat tetap bisa ikut merasakan kemeriahannya, dan yang paling penting kesehatan serta kenyamanan peserta dan pengunjung juga diperhatikan,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *