Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

SMP IT Nurul Ilmi Tenggarong Bidik Adiwiyata Nasional, Perkuat Budaya Ramah Lingkungan

217
×

SMP IT Nurul Ilmi Tenggarong Bidik Adiwiyata Nasional, Perkuat Budaya Ramah Lingkungan

Share this article
SMPIT Nurul Ilmi Tenggarong (Dok. Andri/dutakaltimnews.com)
SMPIT Nurul Ilmi Tenggarong (Dok. Andri/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: SMP IT Nurul Ilmi Tenggarong terus memperkuat komitmennya dalam menjaga lingkungan sekolah setelah berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala SMP IT Nurul Ilmi Tenggarong, Ahmad Soleh, mengatakan sekolah tersebut telah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi sejak 2021. Saat ini, pihak sekolah tengah berproses untuk meningkatkan predikat tersebut menuju tingkat nasional.

“Ini sudah ditetapkan di tingkat provinsi. Sertifikatnya juga ada. Kami mendapatkannya pada 2021 dan sekarang masih berproses menuju tingkat nasional,” ujar Ahmad Jumat (11/9/2026).

smpit2

Menurutnya, mempertahankan predikat Adiwiyata justru menjadi tantangan tersendiri. Sebab, setiap tahun ajaran baru terjadi pergantian peserta didik sehingga budaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan harus terus ditanamkan kembali.

“Mempertahankan ini lebih berat daripada memproses untuk menjadi sekolah Adiwiyata. Setiap tahun pasti ada pergantian siswa, sehingga kami harus terus menyosialisasikan kepada warga sekolah,” katanya.

Sosialisasi tersebut tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga guru dan seluruh warga sekolah. Salah satu upaya yang dilakukan ialah membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sejak awal tahun ajaran.

Sekolah juga menerapkan sejumlah program, termasuk kelas sehat dan kelas bersih. Program tersebut diharapkan mampu membentuk kebiasaan siswa agar peduli terhadap kondisi lingkungan sekolah.

Ahmad mengungkapkan, SMP IT Nurul Ilmi sebelumnya juga pernah mengajukan diri untuk mendapatkan predikat Adiwiyata tingkat nasional. Namun, pengajuan tersebut belum berhasil karena masih terdapat sejumlah persyaratan yang belum terpenuhi.

“Pernah mengajukan, tetapi belum tembus karena masih ada beberapa poin yang belum bisa dimasukkan sesuai persyaratan,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP IT Nurul Ilmi Tenggarong, Rindi, menambahkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan telah menjadi bagian dari aktivitas keseharian di sekolah.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Para siswa didorong membawa tumbler serta peralatan makan sendiri dari rumah.

“Di lingkungan kami sangat concern dengan Adiwiyata. Anak-anak tidak bisa langsung dikatakan untuk berhenti menggunakan plastik, tetapi kami lakukan secara bertahap,” kata Rindi.

Di kantin sekolah, penggunaan kemasan plastik juga dibatasi. Makanan yang dijual diupayakan menggunakan kertas sebagai pembungkus. Bahkan, siswa dapat membawa piring dari kelas untuk mengambil makanan, kemudian mencuci sendiri peralatan makan tersebut setelah digunakan.

Menurut Rindi, kebiasaan tersebut menjadi salah satu cara sekolah mengurangi timbulan sampah plastik sekaligus membangun kesadaran siswa terhadap lingkungan.

Selain pengurangan sampah plastik, sekolah juga mengembangkan tanaman apotek hidup. Para siswa dilibatkan dalam penanaman berbagai tanaman seperti jahe dan kunyit di lingkungan sekolah.

Kegiatan ramah lingkungan juga dikembangkan melalui kegiatan kokurikuler bertajuk “Plastika”. Dalam kegiatan tersebut, siswa memanfaatkan limbah plastik yang dikumpulkan dari rumah maupun lingkungan sekitar untuk dijadikan berbagai karya.

“Plastik-plastik tersebut dikumpulkan anak-anak dari rumah atau dari mana pun, kemudian dibuat menjadi sebuah karya. Ada gaun, rompi, topi dan berbagai bentuk lainnya,” ungkapnya.

Rindi menyebut program Adiwiyata di SMP IT Nurul Ilmi telah berjalan sekitar dua tahun dalam proses penguatan program, setelah sebelumnya sekolah meraih predikat tingkat provinsi.

Ke depan, pihak sekolah berharap seluruh program yang telah berjalan dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan sehingga SMP IT Nurul Ilmi tidak hanya mengejar predikat, tetapi benar-benar menjadi sekolah yang memiliki budaya ramah lingkungan.

“Kami berharap bisa mempertahankan itu, menjadi sekolah yang tetap hijau, tidak semata-mata mengurangi plastik, tetapi juga terus menjaga lingkungan,” pungkasnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *