Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Longsor Susulan di Jembayan, Satu Rumah Warga Larut ke Sungai Mahakam

252
×

Longsor Susulan di Jembayan, Satu Rumah Warga Larut ke Sungai Mahakam

Share this article
Kondisi rumah warga terdampak longsor hingga larut ke Sungai Mahakam. (Dok. Kepala Desa Jembayan, Erwin)
Kondisi rumah warga terdampak longsor hingga larut ke Sungai Mahakam. (Dok. Kepala Desa Jembayan, Erwin)
Example 468x60

KUKAR: Rumah warga di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali diterjang longsor. Kali ini, pergerakan tanah meluas hingga ke kawasan permukiman dan membuat satu rumah warga ambruk lalu seluruh bangunannya larut ke Sungai Mahakam, Senin (31/8/2026) sore.

Longsor terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Tanah yang sebelumnya mengalami pergerakan di sekitar badan jalan kembali ambrol dan bergerak dari arah hilir menuju hulu.

Kepala Desa Jembayan, Erwin, mengatakan longsor terjadi secara tiba-tiba dan langsung berdampak pada rumah warga yang berada di sekitar bantaran sungai.

longsor2

“Sekitar jam 17.50 WITA, tiba-tiba saja ada longsor. Pergerakannya dari hilir ke hulu. Jadi ada satu rumah yang total masuk ke sungai, kemudian satu rumah lagi bagian badannya sudah terdampak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).

Akibat kejadian tersebut, sedikitnya lima kepala keluarga (KK) terdampak. Dua KK di antaranya merupakan penghuni rumah yang mengalami kerusakan akibat longsor.

Erwin menyebut lokasi longsor susulan tidak jauh dari titik longsor sebelumnya. Bahkan, jaraknya hanya beberapa meter dan masih berada dalam satu kawasan pergerakan tanah.

“Hanya beberapa meter saja. Masih satu lokasi. Itu dampak dari yang ambrol sebelumnya, masih satu lokasi,” tuturnya.

Pascalongsor, pemerintah Desa Jembayan langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar. Koordinasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengajuan surat resmi untuk penanganan warga terdampak.

BPBD Kukar telah menyalurkan bantuan berupa sembako kepada lima KK.

“Alhamdulillah, BPBD tadi memberikan bantuan sembako untuk lima KK. Kami juga bersurat ke Baznas dan Dinas Sosial,” ungkapnya.

Untuk sementara, warga yang rumahnya terdampak terpaksa mengungsi ke rumah tetangga maupun rumah keluarga.

Sementara kerugian material akibat longsor diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Namun, nilai tersebut masih dapat berubah karena pendataan terhadap rumah dan barang milik warga masih dilakukan.

Erwin juga meminta warga tidak lagi menempati lahan di sekitar lokasi longsor. Menurutnya, kondisi tanah yang masih labil sangat membahayakan keselamatan warga.

“Saya pikir lahan itu jangan ditinggali lagi karena sangat berbahaya untuk keselamatan,” tegasnya.

Ia juga tidak menutup kemungkinan longsor susulan kembali terjadi di kawasan Dusun Margasari.

Meski saat ini belum terlihat tanda-tanda pergerakan tanah yang signifikan, Erwin mengatakan longsor di lokasi tersebut sulit diprediksi. Pergerakan tanah bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa memberikan tanda dalam waktu lama.

“Sementara belum ada. Tapi tiba-tiba begitu bergerak langsung ambrol. Jadi tidak memberi tanda lama. Bukan hari ini memberi tanda, besok ambrol. Kadang-kadang seperti itu,” jelasnya.

Terkait penyebab longsor, Erwin mengaku belum dapat memastikan. Pemerintah desa masih menunggu pemeriksaan dari tim ahli untuk mengetahui faktor yang memicu pergerakan tanah tersebut.

“Belum tahu persis. Tim ahli yang tahu. Kita tidak tahu dan tidak bisa menebak-nebak karena kita bukan ahlinya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dusun Margasari, Haerudi, mengatakan pergerakan tanah sudah mulai terlihat sejak dini hari dan terus mengarah ke kawasan permukiman warga.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Penghuni rumah yang terdampak sempat menyelamatkan diri sebelum bangunan ambruk dan terseret ke Sungai Mahakam.

“Rumah warga kami hancur dan larut ke sungai. Ada satu rumah yang larut, beruntung warga sempat keluar dari rumah,” ungkap Haerudi.

Kondisi tersebut membuat warga yang tinggal di bantaran Sungai Mahakam diminta tetap waspada. Terlebih, titik longsor sebelumnya juga masih dalam penanganan.

Warga turut mengkhawatirkan aliran air bawah tanah di sekitar lokasi yang disebut semakin deras dan berpotensi memicu pergerakan tanah lebih luas.

“Kami imbau warga untuk tetap waspada karena pergeseran tanah sudah menjangkau rumah bagian bantaran sungai,” sebutnya.

Di sisi lain, akses warga saat ini masih dapat menggunakan jalan alternatif yang telah ditembus dan diberi pengerasan.

Jalur tersebut sudah bisa dilalui kendaraan kecil. Namun, kendaraan berukuran besar masih dilarang melintas untuk menghindari risiko terhadap kondisi jalan yang belum sepenuhnya aman.

“Kendaraan kecil sudah aman untuk melintas. Untuk kendaraan besar belum kami izinkan lewat demi keamanan,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *