KUKAR: Partai Demokrat Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memanaskan mesin organisasi menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Sejumlah nama mulai mengerucut untuk memperebutkan kursi Ketua DPC Demokrat Kukar, sementara partai menargetkan kebangkitan setelah tiga periode absen di DPRD Kukar.
Sekretaris DPC Demokrat Kukar, Achmad Chaidir Ramdani, mengatakan saat ini partai masih memfokuskan penyusunan struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
“Setelah proses tersebut selesai, Muscab akan digelar usai peringatan Hari Ulang Tahun Partai Demokrat pada September mendatang.
Dari enam nama yang sebelumnya mencuat sebagai bakal calon Ketua DPC, kini hanya tersisa tiga kandidat, yakni Amirullah, Dedi Sudarya, dan Loies Subowo Saminanto. Ketiganya merupakan kader internal Partai Demokrat,” kata Achmad Senin (20/7/2026).
Sementara itu, Moch. Zainuddin Arhap tidak lagi masuk bursa setelah bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan menjabat sebagai Ketua DPD PSI Kukar. Adapun Kadir dan Al Qomar memilih fokus menjadi bagian dari kepengurusan inti sehingga tidak mencalonkan diri sebagai Ketua DPC.
Achmad menjelaskan, setiap bakal calon wajib memperoleh dukungan sedikitnya 20 persen dari total Pengurus Anak Cabang (PAC). Dengan jumlah 20 PAC di Kukar, dukungan tersebut menjadi syarat awal untuk mengikuti proses seleksi.
Selanjutnya, nama-nama yang memenuhi persyaratan akan diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP), sementara keputusan akhir penetapan Ketua DPC berada di tangan Ketua Umum Partai Demokrat.
Kedepan Demokrat Kukar menargetkan kepengurusan baru mampu mengembalikan kejayaan partai di daerah. Sasaran utama pada Pemilu mendatang adalah meraih kursi di seluruh daerah pemilihan (dapil) DPRD Kukar.
“Target kami tentu bisa kembali memiliki keterwakilan di DPRD Kukar, bahkan memperoleh kursi di setiap dapil,” ujar Achmad.
Demokrat diketahui telah tiga periode tidak memiliki kursi di DPRD Kukar. Terakhir kali partai berlambang bintang mercy itu membentuk fraksi sendiri adalah pada periode 2009–2014 dengan raihan empat kursi DPRD.
Menurut Achmad, citra Partai Demokrat di tengah masyarakat masih cukup baik. Namun, tingginya praktik politik pragmatis dinilai menjadi tantangan besar yang memengaruhi perolehan suara partai dalam beberapa pemilu terakhir.
Meski belum memiliki wakil di DPRD Kukar, Demokrat mengklaim tetap berkontribusi melalui anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur dari Partai Demokrat, Irwan, yang telah menyalurkan berbagai program pembangunan di Kukar, mulai dari bedah rumah, pembangunan irigasi, hingga bantuan untuk sektor pertanian.
“Saat ini, kepengurusan DPC Demokrat Kukar terdiri atas sekitar 50 pengurus. Seluruh 20 PAC telah terbentuk dengan struktur minimal Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB). Sementara itu, kepengurusan ranting dan anak ranting masih dalam proses pembenahan pascaevaluasi Pemilu, dengan sebagian masih dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt),” jelasnya.
Di sisi lain, minat masyarakat untuk bergabung dengan Partai Demokrat disebut mulai meningkat sepanjang 2026. Hingga kini sekitar 20 orang telah bergabung sebagai pengurus DPC. Namun, rekrutmen kader secara besar-besaran baru akan dilakukan setelah pelaksanaan Muscab.
“Demokrat Kukar juga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat yang berpotensi bergabung. Namun, sebagian besar masih menunggu hasil Muscab dan kepastian sosok yang akan memimpin DPC Demokrat Kukar untuk lima tahun ke depan,” tutupnya. (and)

















