Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Petala Borneo Luncurkan Album Kedua “Pura Tana Bhumi”, Angkat Warisan Budaya Kutai Lewat Musik Tradisi

214
×

Petala Borneo Luncurkan Album Kedua “Pura Tana Bhumi”, Angkat Warisan Budaya Kutai Lewat Musik Tradisi

Share this article
Petala Borneo Rilis Album Kedua “Pura Tana Bhumi”, di Taman Musik Tenggarong. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Petala Borneo Rilis Album Kedua “Pura Tana Bhumi”, di Taman Musik Tenggarong. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Grup musik tradisi Petala Borneo resmi meluncurkan album kedua bertajuk “Pura Tana Bhumi” dalam acara peluncuran yang digelar di Taman Musik Tenggarong, Jumat (10/7/2026) malam.

Album tersebut menjadi wujud kecintaan grup musik asal Kutai  Kartanegara (Kukar) itu terhadap sejarah, budaya, dan identitas daerah yang dinilai perlu terus dijaga di tengah perkembangan zaman.

Album Pura Tana Bhumi, yang bermakna Suara dari Tanah Tua lahir dari keresahan para personel melihat warisan budaya yang perlahan mulai memudar. Melalui sembilan lagu yang disusun selama hampir satu tahun, Petala Borneo berupaya mengangkat nilai-nilai budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal generasi mendatang.

Pendiri sekaligus komposer Petala Borneo, Ahmad Fauzi atau yang akrab disapa Ozi, menjelaskan pemilihan judul album tersebut terinspirasi dari sejarah Kutai sebagai salah satu wilayah dengan kerajaan tertua di Indonesia.

“Pura Tana Bhumi berarti suara dari tanah tua. Kami mengambil istilah ini dari bahasa Sanskerta. Kutai dikenal sebagai salah satu tanah tua di Indonesia yang menyimpan begitu banyak sejarah, literasi, dan harta karun berupa kebudayaan. Itulah yang kami angkat dalam lagu-lagu di album ini,” ujarnya.

Ozi mengungkapkan proses pengerjaan album dimulai sejak Agustus 2025. Lagu-lagu dirilis secara bertahap dalam bentuk single hingga akhirnya dikemas menjadi satu album yang resmi diperkenalkan pada Mei 2026.

Dalam kesempatan itu, ia juga menceritakan perjalanan perubahan nama grup dari Olah Gubang menjadi Petala Borneo tepat satu dekade setelah berdiri.

WhatsApp Image 2026 07 11 at 10.30.05

Menurutnya, sebelumnya kelompok musik tersebut berada di bawah naungan Yayasan Gubang sebagai divisi musik dari sanggar tari. Kini mereka telah berdiri secara mandiri dengan manajemen sendiri.

“Petala berasal dari bahasa Melayu kuno yang berarti lapisan atau tingkatan. Filosofinya adalah terus bertumbuh dan meningkat, seperti menaiki tangga untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” jelasnya.

Petala Borneo pun tidak berhenti berkarya. Setelah merilis album kedua, mereka mengaku telah mulai menggarap album ketiga.

“Bagi kami, justru musik berbasis tradisi yang sangat kedaerahan memiliki daya tarik di luar negeri. Cara kami menuju panggung dunia adalah terus menghasilkan karya sebanyak mungkin, hingga nantinya ada karya yang diterima masyarakat internasional,” katanya

Meski belum memiliki rencana tur promosi, Ozi mengatakan saat ini Petala Borneo masih fokus memperluas jangkauan pendengar melalui promosi digital dengan dukungan sejumlah pihak.

Sementara itu, vokalis Petala Borneo, Nova, mengungkapkan seluruh proses produksi album dikerjakan secara mandiri oleh para personel, mulai dari rekaman, mixing hingga mastering.

“Semua kami kerjakan sendiri. Kendala teknis tentu ada, tetapi karena dikerjakan bersama-sama justru terasa menyenangkan. Kendala terbesar justru kalau kami berhenti bergerak. Selama terus berkarya, semua tantangan pasti bisa dilewati,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *