Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
EKONOMI DAN BISNISKUTAI KARTANEGARA

Desa Teluk Dalam Sediakan Food Court UMKM, Dongkrak PAD Desa dan Buka Lapangan Kerja

246
×

Desa Teluk Dalam Sediakan Food Court UMKM, Dongkrak PAD Desa dan Buka Lapangan Kerja

Share this article
Tampak Stan UMKM Wanita Kreatif Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang Saat Malam Hari (Dok. Andri/dutakaltimnews.com)
Tampak Stan UMKM Wanita Kreatif Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang Saat Malam Hari (Dok. Andri/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Pemerintah Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang, terus berupaya mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menyediakan fasilitas food court dan stan usaha bagi pelaku UMKM.

Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan perekonomian warga, tetapi juga menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (PAD).

Kepala Desa Teluk Dalam, Supian, mengatakan seluruh fasilitas, mulai dari bangunan hingga stan usaha, merupakan aset desa yang disewakan kepada pelaku UMKM dengan tarif terjangkau, yakni Rp300 ribu per bulan untuk setiap stan.

“Tempat jualan ini difasilitasi oleh desa. Pengelolaannya dilakukan oleh ibu-ibu PKK dan hasilnya menjadi PAD desa yang nantinya akan kembali dimanfaatkan untuk pembangunan,” ujarnya Rabu (8/7/2026).

Supian menjelaskan, food court tersebut dibangun pada 2025 dan mulai beroperasi sekitar dua bulan terakhir. Saat ini terdapat empat stan UMKM yang telah aktif berjualan di lokasi tersebut.

Selain lokasi yang berada di pusat desa, Pemerintah Desa Teluk Dalam juga memiliki kawasan UMKM lain di wilayah Babuan yang dikembangkan bersamaan dengan kawasan wisata setempat sebagai upaya memperluas peluang usaha masyarakat.

Menurutnya, peningkatan PAD desa bukan menjadi satu-satunya tujuan pembangunan fasilitas tersebut. Dana yang diperoleh nantinya akan dikembalikan untuk membiayai pembangunan infrastruktur serta program pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin membuka lapangan pekerjaan bagi warga. Ke depan kami juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan agar UMKM semakin berkembang,” katanya.

Berdasarkan data pemerintah desa, saat ini terdapat hampir 50 pelaku UMKM di Desa Teluk Dalam. Beberapa di antaranya telah memiliki produk unggulan yang mampu menembus pasar di luar daerah.

Salah satu produk yang terus dikembangkan adalah kue keroncong. Supian menyebut permintaan terhadap produk tersebut terus meningkat dan bahkan telah dipasarkan hingga ke luar negeri.

“Ke depan kami ingin mengembangkan variasi produknya, tidak hanya rasa original, tetapi juga varian lain seperti cokelat dan berbagai rasa lainnya agar semakin diminati pasar,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pelaku UMKM, Razia, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan fasilitas yang disediakan pemerintah desa. Menurutnya, biaya sewa yang hanya Rp300 ribu per bulan sangat terjangkau dan memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.

“Dengan adanya tempat ini, perputaran ekonomi menjadi lebih baik. Harapan kami, UMKM di Desa Teluk Dalam semakin maju, berkembang, dan semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *