KUKAR: Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, akhirnya kembali menginjakkan kaki di tanah kelahirannya setelah hampir sembilan tahun menjalani proses hukum terkait kasus korupsi yang menjeratnya sejak 2017.
Kedatangan Rita pada Jumat (12/6/2026) disambut antusias oleh puluhan warga dan pendukung yang telah menunggu sejak sore hari di Bundaran Tuah Himba, Tenggarong. Kehadirannya mendapat pengawalan dan sambutan hangat dari masyarakat yang masih memberikan dukungan kepadanya.
Rita tiba di Bundaran Tuah Himba sekitar pukul 19.06 WITA dengan menggunakan sepeda motor bersama rombongannya. Setibanya di lokasi, ia menyempatkan diri menyapa dan menemui warga yang telah menunggu kedatangannya sebelum melanjutkan perjalanan menuju kediamannya melalui Kelurahan Timbau.
Dalam kesempatan tersebut, Rita mengungkapkan rasa harunya karena akhirnya bisa kembali ke daerah tempat ia dilahirkan dan dibesarkan.
“Hampir sembilan tahun saya dipisahkan dari tanah kelahiran saya. Saya lahir dan besar di sini, di Jalan Mawar. Saya ingin hidup dan mati di sini,” ujarnya di hadapan masyarakat yang hadir.
Suasana penyambutan berlangsung penuh keakraban. Sejumlah warga tampak berebut untuk menyalami dan mengabadikan momen bersama.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ormas Remaong Koetai Berdjaya (RKB) Kabupaten Kukar, Maulid Isnaini, mengatakan pihaknya sengaja datang untuk menyambut kepulangan Rita ke Tenggarong.
Menurutnya, Rita masih memiliki tempat tersendiri di hati sebagian masyarakat Kukar karena dinilai memiliki rekam jejak pembangunan yang dirasakan langsung oleh warga.
“Kami dari RKB Kukar sangat berharap dengan kembalinya Bu Rita akan membawa perubahan bagi Kukar. Beliau masih dicintai masyarakat, khususnya di Tenggarong,” katanya.
Ia menilai gaya kepemimpinan Rita saat menjabat sebagai Bupati Kukar dahulu dinilai dekat dengan masyarakat.
“Kalau soal politik dan persoalan hukum yang pernah terjadi itu urusan lain. Tetapi kalau bicara kinerjanya dulu, menurut kami memang bagus. Banyak program yang menyentuh masyarakat dan pembangunan yang dirasakan langsung oleh warga Kukar,” ujarnya.
Maulid menegaskan dirinya bersama jajaran RKB tetap memberikan dukungan kepada Rita dan berharap kehadirannya kembali di Kukar dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Saya sebagai Ketua RKB mendukung beliau. Kami berharap kepulangan Bu Rita bisa membawa semangat baru dan perubahan yang lebih baik untuk Kukar,” tutupnya. (*van)

















