KUKAR : Hingga akhir Oktober 2025, sebanyak 827 Posyandu di Kukar ditargetkan sudah terdaftar secara resmi dan memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) dalam enam bidang utama.
Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat DPMD Kukar, Asmi Riyandi Elvandar beberapa waktu lalu.
“Kami terus menuntaskan proses registrasi Posyandu ke dalam sistem Kemendagri, Insya Allah akhir Oktober seluruh prosesnya selesai. Saat ini masih berjalan di Kecamatan Kembang Janggut dan Tabang, ” ungkap Asmi Riyandi Elvandar beberapa waktu lalu.
Untuk diketahui, registrasi tersebut menjadi syarat utama bagi pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan dan pemberdayaan Posyandu, termasuk pemberian insentif dan biaya operasional bagi kader serta pengurusnya.
Ia mengaku, salah satu tantangan dalam proses transformasi ini adalah perubahan paradigma masyarakat terhadap fungsi Posyandu. Jika sebelumnya Posyandu lebih dikenal sebagai pusat layanan kesehatan seperti Posyandu Balita, Lansia, dan Remaja, kini fungsinya diperluas berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024.
“Melalui regulasi baru ini, Posyandu kini melayani enam bidang SPM, yaitu bidang pendidikan, sosial, perumahan dan kawasan permukiman (perkim), pekerjaan umum, kesehatan, serta bidang ketenteraman dan ketertiban umum, ” tuturnya.
Sementara itu, Kepala DPMD Kukar Arianto mengatakan, bahwa pentingnya keberadaan Posyandu sebagai agenda prioritas utama dalam memperkuat layanan kesehatan dasar di desa dan kelurahan di Kukar.
“Posyandu sebagai garda terdepan layanan kesehatan masyarakat dan keberadaannya dianggap sebagai langkah nyata dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh di Kukar. Kami berkomitmen akan terus melatih kader posyandu, kemudian untuk sarana pendukung kami akan tambah secara bertahap,” kata Arianto saat ditemui, Rabu (22/10/2025).
Arianto menilai, kualitas layanan sangat bergantung pada kesiapan para kader-kader. Mereka harus menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan kepada tumbuh kembang anak, pendampingan ibu hamil, hingga edukasi kesehatan.
“Kami sedang merencanakan dan saya akui masih ada kendala di lahan. Kami ingin menumbuhkan sinergi dengan pemerintah desa, khususnya masyarakat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur posyandu ini,” ujarnya.
Ia berharap dengan peningkatan yang telah dijalankan dapat mencapai target sesuai dengan visi Program Kukar Idaman Terbaik, yakni masyarakat tangguh, sehat dan mandiri mulai dari tingkat desa. (Rd/Adv)

















