Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineKUTAI KARTANEGARAOLAHRAGA

1.150 Peserta Meriahkan Olahraga Tradisional Festival Erau Kukar 2025

404
×

1.150 Peserta Meriahkan Olahraga Tradisional Festival Erau Kukar 2025

Share this article
Kadispora Kukar
Kadispora Kukar, Aji Ali Husni
Example 468x60

KUKAR: Rangkaian Festival Erau Adat Kutai 2025 kembali diramaikan dengan lomba olahraga tradisional yang digelar di halaman jembatan repo-repo pada Rabu (24/9/2025).

Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya melestarikan tradisi sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam olahraga khas daerah.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni menyampaikan, rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, olahraga tradisional menjadi agenda tetap dalam rangkaian Erau karena mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Lomba Olahraga Tradisional, Dalam Rangka Erau Adat Kutai Tahun 2025.(Irvan/dutakaltimnews.com)
Lomba Olahraga Tradisional, Dalam Rangka Erau Adat Kutai Tahun 2025.
(Irvan/dutakaltimnews.com)

“Alhamdulillah hari ini kami kembali memfasilitasi kegiatan olahraga tradisional. Setiap tahun selalu kita laksanakan untuk memeriahkan Erau Kukar. Pembinaan dan penyebarannya cukup tinggi, bahkan kabupaten dan kota di Kaltim turut berpartisipasi. Tadi pada penyerahan hadiah menyumpit, juara didominasi peserta dari Malinau, Kaltara. Ini bukti olahraga tradisional sangat dinantikan para penggiatnya,” ujarnya.

Tahun ini jumlah peserta mencapai 1.150 orang, dengan empat cabang lomba yang dipertandingkan, yaitu logo, menyumpit, ketapel, dan begasing. Meski kondisi keuangan daerah tidak selonggar tahun-tahun sebelumnya, Dispora tetap berkomitmen melaksanakan kegiatan ini sebagai bentuk perhatian terhadap pelestarian olahraga tradisional.

Kadis Dispora menegaskan bahwa lomba ini terbuka untuk semua kalangan, tanpa batasan usia. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena melibatkan partisipasi lintas generasi.

“Pesan kami, ikuti kegiatan ini dengan baik, laksanakan dengan rasa kekeluargaan dan kebersamaan. Ini olahraga tradisional, olahraga yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri. Semoga kegiatan ini bisa mewakili pelayanan pemerintah terhadap keolahragaan masyarakat di Kukar,” tambahnya.

Sementara itu, Robin, salah satu peserta lomba sumpit asal Desa Budaya Pampang, Samarinda Utara, menilai kegiatan ini sangat penting untuk pelestarian olahraga tradisional.

“Kegiatan ini bagus sekali untuk menjaga sumpit tetap hidup dan berkembang. Generasi berikutnya bisa belajar dan mengenal sumpit sebagai warisan turun-temurun. Selain itu, kami bisa bersilaturahmi dengan kawan-kawan se-Kalimantan bahkan se-Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga berharap pemerintah daerah terus menjaga konsistensi pelaksanaan lomba olahraga tradisional agar bisa menjadi ajang rutin yang ditunggu masyarakat.(*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *