Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Wawali Dorong Pembinaan Usia Dini, Balikpapan Siapkan Generasi Baru Sepak Bola

148
×

Wawali Dorong Pembinaan Usia Dini, Balikpapan Siapkan Generasi Baru Sepak Bola

Share this article
96ccfaeb 4884 4ed3 bc78 39772b9ef011
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat Musyawarah Pemilihan Ketua Balikpapan All Star Tahun 2026-2030, di Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Balikpapan, pada hari Jumat, 31 Januari 2026.(Foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Untuk membangun kembali kejayaan sepak bola di Kota Balikpapan, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan komitmennya dengan menitikberatkan pembinaan usia dini.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyatakan bahwa pembenahan sistem pembinaan akan dilakukan secara menyeluruh melalui sinergi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Balikpapan All Stars, serta Asosiasi Kota (Askot) PSSI Balikpapan.

Bagus menargetkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Balikpapan sudah memiliki tim sepak bola usia 12 tahun dan 16 tahun yang dibina secara sistematis dan berkelanjutan.
“Ke depan kita harus punya tim usia 12 dan usia 16. Itu mutlak. Karena pembinaan sepak bola harus dimulai dari usia dini dengan program yang benar,” tegas Bagus.

Ia menekankan, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di sektor olahraga tidak boleh diarahkan pada praktik jual beli pemain. Menurutnya, anggaran tersebut harus menjadi sarana motivasi dan pembinaan bagi anak-anak Balikpapan, agar mampu berprestasi melalui jalur yang sehat dan bermartabat.

“Kita tidak mau membeli pemain. KONI harus menyampaikan ke seluruh cabang olahraga, jangan ada sistem jual beli. Tanggung jawab kita adalah membina anak-anak Balikpapan sejak usia dini,” ujarnya.

Bagus menilai, peran KONI sangat penting dalam memastikan anggaran digunakan untuk melengkapi fasilitas, peralatan latihan, serta menghadirkan pelatih yang kompeten dan memiliki program kerja yang jelas.

Ia menegaskan bahwa olahraga harus dikelola secara profesional, tanpa kepentingan politik.
“Tidak ada sisi politik dalam olahraga. Yang ada adalah komitmen membina, menggerakkan seluruh stakeholder olahraga, dan melahirkan bibit atlet yang benar-benar berasal dari daerah sendiri,” katanya.

Lebih jauh, Bagus mengungkapkan kerinduan akan masa kejayaan sepak bola Kalimantan Timur dan Balikpapan seperti dua dekade lalu, saat daerah ini dikenal sebagai gudang pemain kreatif.

“Dulu Kaltim dikenal sebagai gudangnya playmaker. Ada Aji Ridwan, Bima Sakti, Fahri Husaini, Ponaryo Astaman. SSB yang terkenal juga ada SSB Mandau. Itu semua lahir dari pembinaan usia dini,” kenangnya.

Menurutnya, pembinaan usia 10 hingga 12 tahun menjadi fase krusial yang tidak boleh diabaikan. Ia meminta agar setiap program pembinaan disusun berbasis data dan memiliki target yang terukur.

“Niat kita jelas, memajukan sepak bola Balikpapan. Saya juga akan menyampaikan kepada Pak Wali Kota agar pembinaan yang benar dilakukan di semua cabang olahraga,” ujarnya.

Semangat membangun sejak dini, Pemkot Balikpapan berharap mampu melahirkan generasi baru pesepak bola yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga membanggakan daerah. “Rindu nggak melihat kualitas sepak bola usia dini kita kembali bangkit,” pungkas Bagus.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *