KUKAR : Puluhan warga Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, menggelar aksi demo damai di Kantor Cabang Perumda Tirta Mahakam, Kamis (30/1/2025). Mereka menuntut solusi atas krisis air bersih yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Aksi ini dipimpin oleh Koordinator Lapangan Cindy, bersama warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pemerhati Keadilan Kukar. Mereka menyampaikan keluhan terkait seringnya gangguan distribusi air yang berdampak besar pada kehidupan masyarakat.
Aksi ini juga dihadiri oleh Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Kukar Suparno, Camat Tenggarong Seberang Tego Yuwono, dan Forkopimcam.
Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan empat tuntutan utama kepada Perumda Tirta Mahakam yakni solusi konkret atas masalah air bersih di Tenggarong Seberang, khususnya di Desa Manunggal Jaya, Hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan air bersih yang layak, karena air adalah kebutuhan dasar,
Kemudian Kompensasi selama masa perbaikan/kerusakan berupa uang pengganti Rp60.000 untuk membeli air tandon atau mobil tangki air gratis. Dan perbaikan jangan berlarut-larut dan warga meminta diskon 50% pada tagihan bulanan selama distribusi air terganggu.
“Permasalahan ini sudah lama, bukan hitungan bulan, tapi bertahun-tahun. Air hanya mengalir sekitar 20 hari dalam sebulan, sisanya warga harus membeli air tandon. Ini beban yang sangat berat, terutama bagi petani,” ujar Cindy.
Menurut data Pemda, terdapat 1.300 pelanggan PDAM di Manunggal Jaya yang terdampak masalah ini. Cindy menambahkan bahwa warga selama ini hanya bisa mengeluh di media sosial, tanpa ada wadah untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Sementara Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Kukar, Suparno, mengungkapkan bahwa krisis air bersih di Manunggal Jaya memang menjadi perhatian utama.
“Kami telah meningkatkan jalur interkoneksi dari 8 menjadi 12 pipa. Saat ini sedang dilakukan penyambungan pipa dari pompa distribusi utama yang akan melayani wilayah L2 dan rencana L1,” jelasnya.
Namun, ada kendala teknis yang masih perlu diselesaikan, terutama terkait daya listrik yang tinggi untuk mengoperasikan pompa.
“Kami sudah mengajukan peningkatan daya listrik ke PLN Samarinda. Begitu daya listrik mencukupi, pompa bisa segera dioperasikan. Targetnya, tahun 2025 jaringan interkoneksi bisa memenuhi kebutuhan air di Manunggal Jaya dan desa lainnya,” tambah Suparno.
Sebagai solusi jangka pendek, mobil tangki air gratis sudah mulai disediakan bagi warga terdampak.
“Kami memahami kebutuhan warga, terutama ibu-ibu. Kami berharap perbaikan ini berjalan lancar agar layanan air bersih bisa segera normal kembali,” tutupnya.
Warga berharap Perumda Tirta Mahakam dapat segera merealisasikan solusi yang dijanjikan, agar mereka tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. (dk)

















