KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) merencanakan untuk melakukan perluasan jalan di kawasan Bundaran Tuah Himba, Tenggarong.
Rencana ini disusun untuk mengatasi kepadatan lalu lintas yang kian meningkat di area tersebut dan dijadwalkan mulai dikerjakan pada tahun 2026 mendatang.
Guna mematangkan rencana strategis ini, DPU Kukar telah menggelar rapat koordinasi perencanaan kawasan Tuah Himba pada Selasa (3/6/2025) lalu. Rapat tersebut menjadi langkah awal dalam menyusun arah pembangunan kawasan yang terpadu, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut hadir dalam rapat tersebut, di antaranya dari bidang Bina Marga, Cipta Karya, dan Sumber Daya Air. Masing-masing OPD memberikan masukan strategis sesuai dengan bidang tugas mereka. Diharapkan sinergi lintas sektor ini akan mewujudkan kawasan Tuah Himba sebagai ruang publik yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memberikan nilai sosial dan kenyamanan bagi masyarakat.

Kepala Bidang Bina Marga DPU Kukar, Linda Juniarti, menjelaskan bahwa fokus utama dari proyek ini adalah pembangunan dan pelebaran jalan untuk mengurai kepadatan lalu lintas, khususnya di sekitar Jalan AP Mangkunegara. Jalan ini merupakan jalur vital yang menghubungkan area dari arah Bappeda menuju jembatan dan sebaliknya. Di titik tertentu, kendaraan dari dua arah sering bertemu dan menyebabkan kemacetan.
“Untuk mengatasi hal ini, kami merencanakan pembangunan jalan baru yang akan menghubungkan area di antara Gedung Ekraf dan bekas warung Kopi Aceh. Jalan ini akan difungsikan sebagai jalur alternatif bagi kendaraan dari arah jembatan yang menuju Tenggarong,” jelas Linda kepada Dutakaltimnews.com saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (5/6/2025).
Lebih lanjut, Linda menerangkan bahwa alur kendaraan dari arah jembatan nantinya akan diarahkan melalui Jalan Aji Mas Nandai, masuk ke perempatan, lalu memutar kembali ke jalur utama. Dengan sistem ini, arus lalu lintas dari dan menuju jembatan tidak lagi bertabrakan secara langsung, sehingga diharapkan lalu lintas menjadi lebih lancar.
Meski demikian, proyek ini masih berada dalam tahap perencanaan awal. Linda menyebutkan bahwa kendala utama saat ini adalah persoalan pembebasan lahan. Khususnya di Jalan AP Mangkunegara yang rencananya akan dilebarkan dari sisi Bappeda sampai ke bundaran dan perempatan. Hampir seluruh lahan sudah dibebaskan, namun masih ada satu titik di dekat area fotokopian, tak jauh dari Bundaran Tuah Himba, yang belum mencapai kesepakatan harga dengan pemiliknya.
Selain pembangunan jalan, kawasan ini juga akan dilengkapi fasilitas pendukung lain seperti anjungan oleh bidang Cipta Karya serta kolam retensi oleh bidang Sumber Daya Air. Kolam retensi akan berada di tengah kawasan dan berfungsi sebagai pengendali banjir sekaligus elemen penghijauan. Jalan dan anjungan akan mengelilingi kolam tersebut, menciptakan kawasan multifungsi yang ramah bagi masyarakat.
Linda berharap pembangunan bisa dilakukan secara bertahap mulai tahun depan. Jika sebagian lahan sudah tersedia, maka pembangunan badan jalan bisa langsung dikerjakan sembari menunggu lahan lainnya selesai dibebaskan.
“Yang terpenting, kita bisa mulai membuka badan jalan terlebih dahulu agar prosesnya tidak terhambat terlalu lama,” tutupnya. (Adv/dk).

















