Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DINAS PARIWISATA KUKAR

Tiga Desa di Kukar Bersiap Jadi Wajah Baru Pariwisata Lokal

454
×

Tiga Desa di Kukar Bersiap Jadi Wajah Baru Pariwisata Lokal

Share this article
Desa Wisata Sangkuliman Kecamatan Kota Bangun
Desa Wisata Sangkuliman Kecamatan Kota Bangun
Example 468x60

KUKAR : Tiga desa di Kabupaten Kutai Kartanegara tengah bersiap menjemput masa depan dalam pengembangan sektor pariwisata, yang tumbuh dari akar masyarakatnya sendiri.

Adalah Desa Sangkuliman, Desa Kersik, dan Desa Sumbersari yang kini masuk dalam  pengembangan desa wisata oleh Dinas Pariwisata Kukar. Program pendampingan ini bukan sekadar proyek tahunan, tapi bagian dari upaya jangka panjang membangun pariwisata berbasis masyarakat.

“Program desa wisata ini sudah kami mulai sejak 2015, saat itu namanya masih Program Desa Mandiri. Kini kami lanjutkan kembali dengan semangat yang lebih fokus,” ungkap Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, M. Ridha Fatrianta Rabu (15/5/2025).

Dari sepuluh desa yang dahulu digagas, hanya Desa Pela yang muncul dari gerakan akar rumput masyarakat. Namun Dispar Kukar tetap mengembangkan seluruhnya secara bertahap. Tahun ini, dari rencana lima desa, hanya tiga yang bisa didampingi karena keterbatasan waktu dan anggaran.

Bersama Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), program ini menyasar penguatan kapasitas desa dalam menyusun paket wisata, membentuk pengelola yang solid, serta memastikan masyarakat terlibat aktif. Pendampingan juga mengikuti acuan resmi dari Peraturan Gubernur tentang desa wisata.

Menurut Ridha, perubahan besar terjadi setelah pandemi. Masyarakat kini lebih memilih destinasi yang dekat dan alami. “Kita tidak lagi mengejar wisatawan dari Pulau Jawa, tapi menguatkan potensi antar-kabupaten seperti dari Samarinda dan Kutai Barat,” katanya.

Konsep ini menjadikan warga desa bukan sekadar penjaga keindahan alam, tapi juga pelaku utama ekonomi wisata. Dengan begitu, dampak positifnya bisa langsung dirasakan: dari peningkatan pendapatan hingga tumbuhnya rasa bangga terhadap desa sendiri.

Lebih dari itu, desa wisata menjadi ruang edukasi tentang pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan. “Desa wisata bukan hanya tempat indah untuk dikunjungi, tapi juga sarana belajar tentang hidup yang selaras dengan alam,” tutur Ridha.

Kini, Sangkuliman, Kersik, dan Sumbersari tengah menata langkah mereka. Didampingi oleh tenaga ahli dan dengan semangat warga yang menyala, tiga desa ini bisa jadi wajah baru Kukar dalam dunia pariwisata inklusif dan berkelanjutan. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *