Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Terjegal Usia dan Kelas, Mahasiswa Unikarta Gagal Terima Beasiswa Gratispol

297
×

Terjegal Usia dan Kelas, Mahasiswa Unikarta Gagal Terima Beasiswa Gratispol

Share this article
Universitas Kutai Kartanegara, Tenggarong. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Universitas Kutai Kartanegara, Tenggarong. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Harapan sejumlah mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), untuk menerima Beasiswa Gratispol pupus di tengah jalan. Meski sempat dinyatakan lolos sebagai penerima bantuan pendidikan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, mereka akhirnya harus menerima kenyataan pahit setelah dinyatakan tidak memenuhi syarat pada tahap verifikasi lanjutan.

Mahasiswa yang dinyatakan gagal tersebut diketahui berasal dari kelas eksekutif serta berusia di atas batas maksimal penerima beasiswa, yakni 25 tahun.

Salah satu mahasiswa Unikarta, Davi, mengungkapkan bahwa dalam pengumuman awal yang diterima pada akhir 2025 lalu, mahasiswa dari kelas eksekutif dan yang berusia lebih dari 25 tahun masih dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa Gratispol. Namun, saat memasuki tahapan registrasi pembayaran, sejumlah nama tidak lagi tercantum dalam daftar penerima yang diterima pihak universitas.

“Pas kami cek, ada tiga orang yang namanya hilang dari pengumuman yang diberikan kampus,” ujar Davi, Kamis (22/1/2026).

Ia pun mempertanyakan kebijakan tersebut, lantaran masih terdapat mahasiswa dari kelas khusus yang tetap dinyatakan menerima beasiswa.

“Ada juga mahasiswa dari kelas khusus yang tetap menerima beasiswa. Ini yang menjadi pertanyaan bagi kami,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Kemahasiswaan (Kabag) Unikarta, Budi Yusuf, menjelaskan bahwa Beasiswa Gratispol memiliki sejumlah persyaratan dan ketentuan pengecualian yang harus dipenuhi oleh calon penerima.

“Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Beasiswa Gratispol disebutkan bahwa mahasiswa dari kelas eksekutif, kelas malam, kelas kerja sama, serta mahasiswa yang berusia lebih dari 25 tahun tidak termasuk sebagai penerima,” jelas Budi.

Ia menegaskan bahwa pihak Unikarta tidak terlibat langsung dalam proses pendaftaran maupun seleksi penerima beasiswa, karena seluruh tahapan tersebut dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui sistem daring.

“Peran Unikarta hanya sebatas sosialisasi. Namun kami tetap membantu menampung dan menyampaikan keluhan mahasiswa kepada pihak provinsi,” tambahnya.

Menurut Budi, proses verifikasi saat ini masih terus berlangsung, termasuk pengecekan usia dan status kelas mahasiswa. Jika dalam proses tersebut ditemukan penerima yang tidak memenuhi syarat, maka dana beasiswa yang telah dicairkan dapat diminta untuk dikembalikan.

“Apabila dalam proses verifikasi ditemukan penerima yang tidak memenuhi syarat, seperti melebihi batas usia atau berasal dari kelas yang dikecualikan, maka sesuai ketentuan dana beasiswa bisa diminta untuk dikembalikan. Semua masih dalam proses verifikasi bersama pihak provinsi,”ungkapnya.

Budi juga menyebutkan bahwa secara keseluruhan terdapat lebih dari 300 mahasiswa Unikarta yang tercatat sebagai penerima Beasiswa Gratispol. Jumlah tersebut mencakup mahasiswa kelas reguler maupun kelas khusus yang masih memenuhi persyaratan, namun datanya masih bersifat sementara karena proses verifikasi belum rampung.

Terkait besaran bantuan, Budi menjelaskan bahwa nominal yang diterima mahasiswa berbeda-beda sesuai program studi, dengan kisaran terendah antara Rp2,9 juta hingga Rp3,15 juta. Dana beasiswa tersebut dicairkan langsung ke rekening universitas, bukan ke rekening mahasiswa.

“Gratispol hanya menanggung biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Untuk kekurangan biaya lainnya, mahasiswa harus menanggung secara mandiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, Beasiswa Gratispol difokuskan untuk menanggung biaya UKT dari semester 1 hingga semester 8, dan tidak mencakup biaya lain seperti uang gedung atau yang lainnya.

“Untuk mahasiswa baru, biaya awal masuk bisa mencapai sekitar Rp7 juta karena ada biaya gedung dan lain-lain. Sementara beasiswa hanya sekitar Rp3 juta. Jadi Gratispol memang fokusnya pada UKT,” tutup Budi. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *