KUKAR: Menjelang terealisasi program RT- KU Terbaik Rp150 juta per RT, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar mempercepat proses pembentukan Pendamping Dedikasi Kukar Idaman Terbaik (Pendekar), yang akan mendampingi pelaksanaan program hingga ke tingkat lingkungan.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan seluruh regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan program telah disiapkan oleh pemerintah daerah. Salah satunya adalah peraturan bupati yang mengatur mekanisme pelaksanaan RT-KU Terbaik.
“Dalam merealisasikan program dedikasi RT-KU Terbaik itu harus ada regulasi. Bentuknya peraturan bupati. Alhamdulillah sudah terbit di akhir Mei kemarin,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Selain itu, pemerintah juga telah menerbitkan aturan yang mengatur keberadaan tenaga pendamping yang akan bertugas mulai dari tingkat kabupaten hingga RT.
“Dalam melaksanakan program tersebut, kita merencanakan ada pendamping-pendamping di tingkat kabupaten, tingkat kecamatan, tingkat desa dan kelurahan, bahkan nanti sampai ke RT. Regulasinya sudah tersedia dalam Perbup Nomor 11 Tahun 2026,” katanya.
Menurut Arianto, sebelum bantuan dapat disalurkan ke masyarakat, pemerintah terlebih dahulu harus membentuk tim Pendekar tingkat kabupaten yang akan bertanggung jawab menyusun konsep dan sistem pelaksanaan program.
Proses seleksi tujuh tenaga ahli pendamping tingkat kabupaten kini telah memasuki tahap akhir. Masa sanggah telah selesai dilaksanakan dan tidak ada keberatan yang diajukan peserta.
“Saat ini tahapannya sudah sampai masa sanggah dan tidak ada sanggahan. Prinsipnya, karena tahapannya sudah lewat, kita akan menetapkan tujuh orang tersebut,” ungkapnya.
Sebelumnya, para calon pendamping telah mengikuti serangkaian seleksi berupa tes tertulis dan wawancara guna mengukur kemampuan serta kompetensi yang dibutuhkan dalam mengawal program dedikasi tersebut.
Setelah ditetapkan, tujuh tenaga ahli itu akan bertugas menyusun pedoman teknis, mekanisme pelaksanaan, hingga sistem pengawasan agar program RT-KU Terbaik dapat diterapkan secara seragam di seluruh wilayah Kukar.
“Mereka inilah yang nanti membuat konsep dan mekanisme sesuai pedoman agar program ini bisa implementatif,” jelasnya.
Tak hanya itu, tim tersebut juga akan mengkordinasikan penyusunan tata cara perencanaan, pelaksanaan kegiatan, hingga sistem pelaporan dan pertanggungjawaban penggunaan bantuan di tingkat RT.
Arianto menambahkan, setelah proses penetapan selesai, para tenaga ahli akan langsung dilibatkan dalam penyempurnaan petunjuk teknis sebagai acuan pelaksanaan program di lapangan.
“Kita selesaikan dulu tenaga ahlinya. Setelah mereka ditetapkan dan sudah legal menjadi tim, barulah kita memfinalkan petunjuk teknis yang sudah kita susun bersama mereka supaya bisa dilaksanakan,” katanya.
Ke depan, tim Pendekar tingkat kabupaten akan berperan sebagai koordinator utama yang mengawal pelaksanaan program di 20 kecamatan. Mereka akan didukung oleh pendamping di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan yang akan dibentuk pada tahapan selanjutnya.
DPMD juga menyiapkan pembagian tugas berdasarkan bidang kerja masing-masing, mulai dari pengelolaan data, sosialisasi program, publikasi, hingga evaluasi pelaksanaan agar pengawasan berjalan lebih efektif.
“Nanti progresnya akan diumumkan ke publik,” ungkapnya.
Dengan hampir rampungnya proses pembentukan tim pendamping, pelaksanaan Program Dedikasi RT-KU Terbaik kini memasuki tahap persiapan akhir.
Pemerintah daerah berharap bantuan Rp150 juta per RT tersebut dapat dikelola secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di seluruh wilayah Kukar. (*van)

















